Dari Kartun ke Panggung Asian Games, Nurisa Ukir Sejarah

Jumat, 02 Okt 2026, 06:53 WIB

NAGOYA - Tidak pernah terlintas dalam benak Nurisa Dian Ashrifah bahwa kegemarannya menonton tokoh dalam film dan kartun yang memainkan busur serta anak panah akan membawanya ke panggung olahraga terbesar Asia. Berawal dari rasa kagum saat masih duduk di sekolah dasar, Nurisa kini justru menjadi bagian dari sejarah Indonesia setelah mempersembahkan medali emas kelima Merah Putih di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Pemanah berusia 21 tahun itu tampil gemilang di nomor compound perorangan putri. Prestasinya bukan sekadar menambah koleksi emas Indonesia. Nurisa juga mencatat sejarah sebagai atlet yang mempersembahkan medali emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games.

Ket. Foto: Pemanah putri Indonesia Nurisa Dian Ashrifah berpose dengan medali emas yang diraihnya di Asian Games 2026 bersama peraih medali lainnya, Kamis (1/10). — Sumber: dok/tim panahan Indonesia

Perjalanan menuju podium tertinggi itu dimulai ketika Nurisa berusia 11 tahun. Ketertarikannya terhadap olahraga panahan tumbuh setelah sering menyaksikan karakter dalam film atau kartun menggunakan busur. Dia kemudian mencoba olahraga tersebut melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Sejak umur 11 tahun, saya sudah mulai mencoba olahraga panahan. Kompetisi pertama yang saya ikuti adalah POPDA Kota tingkat SD tahun 2016. Saat SMP, saya mulai mendalami dan rutin latihan panahan,” ujar Nurisa.

Sejak saat itu, panahan bukan lagi sekadar aktivitas tambahan. Nurisa mulai serius berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi. Ketekunan tersebut terus terbawa hingga dirinya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Jawa Tengah 2025, Nurisa menunjukkan konsistensinya dengan merebut tiga medali perak dan satu emas. Sebelumnya, dia juga telah mencatat prestasi di level nasional dan internasional.

Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, Nurisa meraih dua medali perak. Setahun berselang, dia kembali naik podium dengan merebut medali perunggu nomor mix team compound di Asia Cup Leg 2 Singapura 2025. Di balik sederet prestasi tersebut, Nurisa mengaku masih harus berhadapan dengan satu tantangan yang tidak selalu terlihat dari luar arena: keraguan diri.

Tekanan biasanya muncul ketika pertandingan dimulai, saat seluruh pemanah berdiri di shooting line dan bersiap melepaskan anak panah.Untuk mengatasinya, Nurisa berusaha mengubah keraguan menjadi keyakinan. “Cara mengatasinya dengan menimpa keraguan itu dengan kata-kata positif dan mengingat alasan memulai panahan ini. Jika terus terbawa dengan keraguan, tidak akan pernah maju,” ujarnya.

Sebagai pemanah, Nurisa menyadari bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Fokus, konsentrasi, kesabaran, kekuatan fisik, dan stabilitas tubuh menjadi bagian penting dalam menentukan hasil tembakan. Teknik dasar juga harus dikuasai dengan sempurna.

Ada posisi kuda-kuda, memasang anak panah pada string, drawing atau menarik tali busur, dan anchor. Kemudian, aiming, release hingga follow through. Setiap gerakan harus dilakukan dengan terkendali agar anak panah meluncur tepat menuju sasaran.

Di tengah rutinitas sebagai atlet, Nurisa tetap berusaha menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa. Jadwal kuliah dan latihan harus diatur secara disiplin agar keduanya berjalan seiring.

Kini, setelah mengukir sejarah di Asian Games, Nurisa membidik panggung yang lebih tinggi. Olimpiade Los Angeles 2028 menjadi target berikutnya. Impian itu sekaligus menjadi motivasi untuk membalas dukungan keluarga, pelatih, dan orang-orang yang selama ini mendampingi perjalanan kariernya.

Emas Nurisa membuat Indonesia mengoleksi lima medali emas hingga Kamis (1/10). Kontingen Merah Putih juga mengantongi delapan perak dan 21 perunggu dan berada di peringkat ke-13. Di papan klasemen, Tiongkok masih kokoh di posisi teratas dengan 152 emas, 70 perak, dan 61 perunggu. Jepang di posisi kedua dengan 207 medali. Sedangkan Thailand menjadi negara Asean dengan posisi tertinggi, di peringkat kelima dengan 12 emas. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.