Provinsi Gorontalo Masuk Tiga Besar Kinerja Terbaik Penanggulangan Stunting

Sabtu, 26 Sep 2026, 17:31 WIB

GORONTALO – Provinsi Gorontalo masuk tiga provinsi dengan kinerja terbaik dalam program percepatan penanggulangan stunting (PPPS) tahun 2025 dengan capaian 100 persen kabupaten/kota berkinerja baik.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Kota Gorontalo, Sabtu (26/9), mengatakan capaian tersebut disampaikan dalam pertemuan asistensi dan supervisi implementasi pencegahan dan percepatan penurunan stunting oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Ket. Foto: Rilis Kementerian Dalam Negeri hasil penilaian provinsi dengan kinerja terbaik dalam Percepatan Penanggulangan Stunting. Provinsi Gorontalo masuk dalam tiga besar provinsi berkinerja terbaik dalam penanggulangan stunting tahun 2025. — Sumber: ANTARA

Berdasarkan hasil penilaian Kemendagri, tiga provinsi yang seluruh kabupaten/kotanya tercatat berkinerja baik dalam penilaian pencegahan dan percepatan penurunan stunting yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Gorontalo.

Ketiga provinsi ini sama-sama mencatat proporsi 100 persen kabupaten/kota berkinerja baik.

Anang mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Gorontalo.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga jajaran kesehatan, pemerintah kabupaten dan kota, kader posyandu, TPPS, pemerintah desa, keluarga, serta seluruh lintas sektor yang terus bergerak memastikan intervensi stunting berjalan sampai ke masyarakat,” katanya.

Capaian kinerja tersebut menjadi momentum memperkuat pelaksanaan intervensi secara berkelanjutan.

Penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi harus dimulai sejak sebelum kehamilan, masa kehamilan, persalinan, sampai pemantauan tumbuh kembang anak.

“Capaian ini harus diterjemahkan menjadi dampak nyata bagi masyarakat. Kita harus memastikan anak-anak yang berisiko terdeteksi lebih awal, mendapatkan intervensi yang tepat dan tidak ada sasaran yang terlewat,” katanya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting Gorontalo tercatat 23,8 persen, turun dari 26,9 persen pada 2023.

Penurunan sebesar 3,1 poin persentase tersebut menunjukkan adanya perbaikan indikator status gizi balita.

Anang menyebut penurunan prevalensi stunting menjadi bagian dari agenda pembangunan kesehatan Gorontalo.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.