DLH Bandung Barat Belum Tahu Ada Pencemaran di Sungai Cihaur

Minggu, 09 Agu 2026, 15:35 WIB

BANDUNG BARAT -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, segera menerjunkan tim untuk menelusuri dugaan pencemaran Sungai Cihaur di Kecamatan Padalarang, setelah laporan air sungai berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat.

Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bandung Barat Ilmi Royan Galih Surya mengatakan pihaknya segera menyiapkan tim pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) untuk memeriksa kondisi serta memetakan dugaan sumber pencemaran.

Ket. Foto: Kondisi Sungai Cihaur Padalarang terlihat tercemar sehingga mengalami perubahan warna dan berbusa di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/Ilham Nugraha

"Saya terus terang baru tahu, memang belum ada pengaduan masuk, tetapi kami pastikan akan mengirimkan tim pengawas untuk bisa ke lokasi guna memetakan," katanya di Bandung Barat, Minggu

Galih mengatakan hasil pemeriksaan di lapangan akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan terhadap pihak yang nantinya terbukti melakukan pencemaran.

"Nanti dari hasil pemetaan oleh tim pengawas PPLH, kami akan coba lakukan tindakan berupa pengawasan atau pembinaan kepada pelaku kegiatan diduga melakukan pencemaran," katanya.

Sebelumnya, kondisi Sungai Cihaur di Kampung Pangkalan, Desa Cipeundeuy, menjadi sorotan setelah air sungai terlihat berubah warna menjadi merah, dipenuhi busa, serta mengeluarkan aroma tidak sedap.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (7/8), terlihat cairan berwarna merah mengalir dari sebuah saluran pembuangan berukuran besar yang berada di sisi sungai.

Saluran tersebut tampak tertanam di bawah tanah dan mengalirkan cairan secara langsung ke badan Sungai Cihaur. Selain berwarna merah, aliran tersebut terlihat menghasilkan busa dan menimbulkan bau menyengat.

Warga setempat juga menyebut cairan yang masuk ke sungai terkadang memiliki suhu cukup panas hingga terlihat seperti mengeluarkan kepulan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap ekosistem sungai dan aktivitas masyarakat di sekitar aliran Sungai Cihaur.

Warga menyebut populasi ikan di sungai terus menurun, sedangkan petani mulai khawatir menggunakan air sungai untuk kebutuhan pengairan tanaman.

DLH Bandung Barat akan memastikan kondisi tersebut melalui pemeriksaan lapangan dan penelusuran sumber aliran sebelum menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

Pemerintah daerah juga akan menjadikan hasil pengawasan sebagai dasar untuk menentukan tindakan terhadap pihak yang terbukti melanggar ketentuan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup.

  • Pencemaran Sungai

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.