AS Panik, AI Mythos Bobol Sistem Rahasia NSA dalam Hitungan Jam

Jumat, 26 Jun 2026, 22:53 WIB

SAN FRANCISCO - AI Mythos, model AI eksperimental untuk riset dan pertahanan keamanan siber andalan Anthropic, baru-baru ini dilaporkan berhasil membobol hampir semua sistem rahasia milik Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) hanya dalam beberapa jam. 

Dari Tom's Hardware, perkembangan dari  evaluasi keamanan yang terkontrol itu diklaim oleh Senator Mark Warner, wakil ketua Komite Intelijen Senat, yang mengatakan bahwa Jenderal Joshua Rudd, kepala NSA dan Komando Siber AS, telah memberinya pengarahan tentang kemampuan model tersebut.

Ket. Foto: Laporan ini memberikan lebih banyak informasi tentang larangan mendadak pemerintah AS terhadap model-model unggulan tersebut. — Sumber: Istimewa

“(Alat ini) berhasil menembus hampir semua sistem rahasia kami, bukan dalam hitungan minggu, tetapi dalam hitungan jam,” kata Rudd kepada Warner, seperti dikutip oleh The Economist dalam laporan tanggal 14 Juni yang awalnya tidak mendapat perhatian. 

Kutipan tersebut kemudian menjadi viral sekitar seminggu kemudian di beberapa platform media sosial, menghasilkan klaim bahwa model Anthropic “meretas NSA.” Sebagai tanggapan, penulis aslinya mengeluarkan pernyataan publik kemarin, tanggal 21, mengklarifikasi bahwa narasi tersebut salah. Pelanggaran terjadi selama uji coba tim merah internal yang diizinkan di mana Mythos dipasangkan dengan alat pertahanan lain di bawah kondisi lingkungan simulasi yang sangat spesifik.

Kisah ini menyoroti arahan pemerintah AS pada 12 Juni yang melarang semua warga negara asing , termasuk karyawan Anthropic yang bukan warga negara, untuk mengakses model Fable 5 dan Mythos 5, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional. Anthropic menanggapi dengan menonaktifkan model-model tersebut secara global, dengan mengatakan bahwa mereka tidak dapat secara praktis menerapkan pembatasan akses berdasarkan kewarganegaraan tanpa menonaktifkan sistem tersebut untuk semua orang.

Pada saat itu, pemerintah tidak memberikan bukti publik terperinci untuk langkah tersebut, yang menandai pertama kalinya Amerika Serikat menerapkan kontrol ekspor langsung ke model AI, bukan ke perangkat keras yang mendukungnya. Anthropic mengatakan surat yang mereka terima tidak merinci kekhawatiran yang mendasarinya, dan bahwa mereka hanya diberi bukti lisan tentang "potensi jailbreak yang sempit dan tidak universal" yang dapat memungkinkan Fable 5 untuk mengidentifikasi kerentanan perangkat lunak.

Kutipan Rudd kini tampaknya memberikan konteks yang hilang. Evaluasi keamanan berlangsung pada 11 Juni, satu hari sebelum larangan dikeluarkan pada tanggal 12. Anthropic berpendapat bahwa pelanggaran yang disebutkan adalah jailbreak terbatas, yang juga ditunjukkan oleh model pesaing, termasuk GPT-5.5 milik OpenAI. Menurut perusahaan, perilaku yang ditandai tersebut berupa permintaan kepada model untuk menganalisis basis kode dan memperbaiki masalah yang teridentifikasi, yang mengungkapkan beberapa bug kecil yang sudah diketahui, bukan intrusi ofensif otonom yang sebenarnya. Perusahaan mengatakan sedang berupaya memulihkan akses dan sedang mempersiapkan kerangka kerja manajemen risiko kolaboratif dengan Gedung Putih.

Laporan mengklaim, NSA menggunakan Claude Mythos untuk 'operasi siber ofensif'.

Dario Amodei, CEO Anthropic, di atas panggung selama konferensi.

Pemerintah AS memerintahkan Anthropic untuk menonaktifkan model AI terbarunya di seluruh dunia karena ancaman keamanan.

Reaksi publik di subreddit ClaudeAI tampaknya terbagi menjadi sekitar tiga kubu. Mayoritas melihat cerita tersebut sebagai tuduhan terhadap keamanan siber pemerintah, dengan alasan ketidakmampuannya untuk merekrut talenta yang dibutuhkan dan sejarah kebocoran informasinya. Kelompok besar kedua skeptis terhadap klaim tersebut, menganggapnya sensasional atau bahkan sebagai aksi pemasaran Anthropic. Kelompok ini menunjuk pada kurangnya detail tentang dugaan pembobolan tersebut dan mempertanyakan keahlian teknis kepala NSA. 

Sebagian kecil tampaknya menolak skeptisisme tersebut, dengan alasan bahwa para pengamat meremehkan pertumbuhan eksponensial dalam kemampuan AI. Mereka mengutip klaim para ahli keamanan siber bahwa AI telah memperpendek jangka waktu serangan dari jam menjadi menit dan bahwa bahkan proyek sumber terbuka yang terawat dengan baik pun mengalami munculnya sejumlah besar kerentanan.

Terlepas dari perselisihan dan pembatasan yang lebih luas, Anthropic terus bekerja sama erat dengan NSA di bawah pengaturan khusus dalam program Project Glasswing-nya. Financial Times melaporkan pada awal Juni bahwa sekitar enam insinyur Anthropic ditempatkan langsung di dalam lembaga tersebut sebagai staf yang dikerahkan di garis depan, mengadaptasi dan menyesuaikan Mythos untuk aplikasi operasional tertentu, dengan sumber yang mengindikasikan bahwa pekerjaan tersebut dapat meluas hingga menyusup ke jaringan yang dioperasikan oleh negara-negara termasuk Tiongkok dan Iran.

  • AI Mythos

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.