Piala Dunia 2026: Mbappe Cetak Sejarah, Olise Pecahkan Rekor, Prancis Tetap Gagal Raih Medali

Senin, 20 Jul 2026, 00:02 WIB

MIAMI - Kylian Mbappe dan Michael Olise mengukir sejarah lewat rekor individu di Piala Dunia 2026. Namun, penampilan impresif keduanya belum cukup menyelamatkan Prancis dari kekalahan dramatis 4-6 atas Inggris pada laga perebutan tempat ketiga, membuat Les Bleus menutup turnamen tanpa medali.

Perjalanan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 berakhir dengan rasa getir. Datang ke Amerika Utara sebagai salah satu favorit juara, Les Bleus justru harus puas menempati peringkat keempat setelah kalah 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga yang menghadirkan salah satu skor paling dramatis sepanjang sejarah Piala Dunia.

Ket. Foto: Kylian Mbappe. — Sumber: FIFA

Tak banyak yang membayangkan pertandingan ini akan berlangsung sedemikian liar. Inggris tampil begitu superior sejak awal hingga menutup babak pertama dengan keunggulan telak 4-0. Prancis seolah kehilangan arah permainan dan nyaris kebobolan lebih banyak sebelum turun minum.

"Kami kehilangan hasrat bermain pada babak pertama. Setelah kekalahan di semifinal, kami banyak berbicara, tetapi justru tampil seperti itu. Itu tidak bisa diterima. Standar seperti itu tidak pantas bagi pemain yang mengenakan seragam Prancis," ujar gelandang Adrien Rabiot.

Didier Deschamps merespons cepat dengan melakukan empat pergantian pemain saat jeda. Keputusan itu langsung mengubah wajah permainan Prancis. Les Bleus tampil jauh lebih agresif dan memenangkan babak kedua dengan skor 4-2.

Dua kali mereka memangkas ketertinggalan menjadi hanya satu gol, yakni saat skor berubah menjadi 4-3 dan kemudian 5-4. Namun, kebangkitan tersebut datang terlambat. Inggris akhirnya mengunci kemenangan 6-4 sekaligus menggagalkan upaya comeback Prancis.

Di tengah kegagalan tim, Kylian Mbappe kembali membuktikan statusnya sebagai pemain besar di panggung Piala Dunia. Kapten Prancis itu mencetak dua gol dan menyumbang satu assist untuk Bradley Barcola.

Dua gol tersebut membuat Mbappe resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia, sekaligus melampaui torehan Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak di edisi 2026.

Meski berada di posisi terdepan untuk meraih adidas Golden Boot, Mbappe mengaku pencapaian pribadi tidak mampu menghapus kekecewaan gagal membawa Prancis ke final.

"Saya hanya ingin membantu tim di setiap pertandingan. Tentu mencetak banyak gol di Piala Dunia akan menjadi bagian dari warisan karier saya. Tetapi saat ini saya lebih memilih bermain di final daripada menjadi pencetak gol terbanyak," kata Mbappe.

Penyerang Real Madrid itu kini tinggal menunggu hasil final. Apabila Lionel Messi gagal mencetak sedikitnya dua gol serta satu assist saat menghadapi Spanyol, Mbappe akan menjadi pemain pertama yang meraih Golden Boot dalam dua Piala Dunia berturut-turut.

Selain Mbappe, Michael Olise menjadi aktor penting di balik kebangkitan Prancis pada babak kedua. Winger Bayern Muenchen itu memang belum mencetak gol sepanjang turnamen, tetapi kreativitasnya kembali menjadi pembeda.

Dua assist yang diberikannya kepada Mbappe membuat Olise mengoleksi total tujuh assist dalam delapan pertandingan. Catatan tersebut menjadi rekor baru Piala Dunia, melewati torehan legenda Brasil Pele yang mengemas enam assist pada Piala Dunia 1970 di Meksiko.

Bek Dayot Upamecano menyebut performa Olise bukanlah sebuah kebetulan.

"Michael adalah pemain luar biasa. Saya mengenalnya dengan baik karena bermain bersama di klub. Banyak orang menganggap dia santai, tetapi sebenarnya dia sangat fokus dan selalu ingin berkembang. Dia bekerja sangat keras dan memiliki masa depan yang luar biasa," ujar Upamecano.

Meski pulang tanpa medali, Prancis tetap membawa sejumlah catatan positif dari turnamen ini. Mbappe berpeluang mengakhiri kompetisi sebagai peraih Golden Boot, sementara Olise hampir dipastikan menjadi pemain dengan jumlah assist terbanyak.

Bagi Deschamps dan Les Bleus, kegagalan di Amerika Utara menjadi pelajaran berharga. Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang terus berkembang, Prancis diyakini masih akan menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia ketika memburu gelar juara pada Piala Dunia 2030.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.