Bank Indonesia: Ekonomi Jakarta Diproyeksikan Tetap Solid
Minggu, 10 Agu 2025, 14:15 WIBJAKARTA - Bank Indonesia memprediksi perekonomian DKI Jakarta pada Triwulan III 2025 tetap tumbuh kuat dan solid, didukung optimisme konsumen, peningkatan penjualan eceran, dan menguatnya kegiatan dunia usaha di berbagai sektor.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan, proyeksi ini didasarkan pada sejumlah indikator survei yang menunjukkan tren positif untuk tiga hingga enam bulan ke depan.
âHasil survei konsumen menunjukkan ekspektasi yang meningkat di aspek ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, dan aktivitas usaha. Indeks berada di level optimis yang terus naik,â ujar dia, Minggu (10/8).
Ia menyampaikan, Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) juga memperlihatkan peningkatan saldo bersih tertimbang di sektor perdagangan, transportasi-pergudangan, jasa perusahaan, jasa keuangan, dan jasa pendidikan, seluruhnya lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2025.
âPenjualan eceran pun naik, didorong permintaan barang rumah tangga, penjualan suku cadang dan aksesori kendaraan, serta barang konsumsi lainnya,â ucap dia.
Dari sisi inflasi, pada Juli 2025 Indeks Harga Konsumen (IHK) Jakarta mencatat kenaikan 0,11 persen (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya (0,13 persen).
Iwan menjelaskan, secara tahunan, inflasi tercatat 2,25 persen (yoy), di bawah inflasi nasional sebesar 2,37 persen. Ia mengatakan, rendahnya inflasi terutama disumbang penurunan tarif angkutan udara akibat insentif pemerintah di masa liburan.
âMeski demikian, terdapat tekanan dari komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit akibat cuaca basah di daerah pemasok,â ucap dia.
Iwan menyampaikan, ketahanan harga di Jakarta relatif terjaga berkat koordinasi TPID dan BUMD pangan, meski pasokan luar daerah terganggu. Inflasi tahunan Jakarta juga masih lebih rendah dibandingkan Kota Bogor dan Kota Depok. Ke depan, inflasi diproyeksikan berada di kisaran sasaran 2,5±1 persen, didukung pasokan pangan yang mencukupi.
âNamun, BI tetap mewaspadai risiko kenaikan harga gabah dan beras, cuaca yang memengaruhi masa tanam hortikultura, serta dinamika harga emas dan pangan global di tengah ketidakpastian geopolitik,â ujar dia.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta diperkirakan di kisaran 4,6â5,4 persen untuk keseluruhan 2025, cenderung sedikit di bawah titik tengah. Optimisme ini ditopang daya beli masyarakat yang kuat, dominasi tenaga kerja formal, serta berbagai event berskala nasional dan internasional. Investasi juga terus mengalir lewat proyek strategis multiyears seperti MRT, LRT, dan TOD.
âBI mengingatkan, dinamika global tetap menjadi faktor yang perlu dicermati, namun inflasi diyakini akan terkendali berkat program pengendalian 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Komunikasi Efektif, dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang diperkuat kolaborasi lintas daerah,â pungkas dia. ils/I-1
- Bank Indonesia
- ekonomi jakarta
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Menko Perekonomian Umumkan Kewajiban THR untuk ASN dan Swasta
-
Menang 5-2 Belum Cukup, Luis Enrique Siapkan 'Neraka' untuk Chelsea di Stamford Bridge
-
APBD Tetap Aman di Tengah Tekanan, DPRD-Pemprov Kompak Jaga Program Prioritas Jakarta
-
Malteng Siapkan Rp640 Miliar, Industri Kelapa dan Pala Siap Dongkrak Ekonomi Daerah
-
Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota Jaringan Intelijen Papua
-
Playoff Liga Europa: Celtic di Ujung Tanduk, Stuttgart Percaya Diri Amankan Tiket Lolos ke 16 Besar
-
Proyek Blok Masela Dikebut, Pemerintah Kantongi Komitmen Investasi 20 Miliar Dolar AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.