Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lahan Terbatas Bukan Hambatan, DPRD Depok Jadikan Yonif TP 899 Model Urban Farming

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lahan Terbatas Bukan Hambatan, DPRD Depok Jadikan Yonif TP 899 Model Urban Farming Doc: Antara
Ket. Depok kembangkan pertanian perkotaan untuk ketahanan pangan.

Depok - DPRD Kota Depok mendorong pengembangan konsep pertanian perkotaan (urban farming) sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah keterbatasan lahan dan tingginya jumlah penduduk.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari mengatakan selama ini sektor pertanian di Depok belum menjadi perhatian utama karena karakteristik wilayahnya yang didominasi kawasan perkotaan.

"Di Kota Depok, pertanian selama ini belum dipandang serius karena secara geografis merupakan wilayah perkotaan," kata Yeti di Depok, Rabu (5/8).

Menurut dia, keberadaan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 899/Bata Satya Gardapati (BSG) di Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, dapat menjadi contoh penerapan pertanian perkotaan yang efektif meski berada di kawasan dengan lahan terbatas.

"Keberadaan Batalyon Teritorial Pembangunan ini menunjukkan bahwa pertanian tidak harus dilakukan di wilayah yang secara geografis memang diperuntukkan sebagai lahan pertanian," ujarnya.

Yeti menilai pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan yang dilakukan Yonif TP 899/BSG membuktikan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun tanpa harus memiliki lahan yang luas.

Menurutnya, pemanfaatan lahan Yonif TP 899/BSG sebagai proyek percontohan (pilot project) nasional dapat menjadi model pengembangan pertanian perkotaan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah perkotaan.

"Kami mendukung penuh program ini untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional," katanya.

Sebagai bagian dari program tersebut, dilakukan penanaman pohon alpukat dan tomat serta penebaran ribuan benih ikan nila dan lele untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pelestarian lingkungan.

Wali Kota Depok Supian Suri mengapresiasi keterlibatan TNI dalam mendukung program penguatan kemandirian pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Semangat ketahanan pangan harus terus diedukasi kepada masyarakat. Upaya ini menjadi tanggung jawab pemerintah bersama seluruh pihak, termasuk Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati," ujar Supian.

Ia berharap keberadaan prajurit TNI di Cipayung dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Supian juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok untuk mendukung berbagai program TNI yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Komandan Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati Letkol Inf Satriyo Pinandito mengatakan satuannya memanfaatkan sebagian lahan seluas 53,8 hektare untuk budidaya tanaman pangan dan pengembangan peternakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Rona
7 Tahun Hiatus, Syahrini Co...
Luar Negeri
Tiba di AS, Xi Jinping Disa...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.