Puluhan Juleha Dilatih Kemenag untuk Tingkatkan Kapasitas Bangun Ekosistem Halal yang Berkualitas

Kamis, 24 Sep 2026, 19:21 WIB

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengintensifkan peningkatan kapasitas puluhan juru sembelih halal (Juleha) pada Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sebagai upaya membangun ekosistem halal yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.

“Melalui pelatihan dan sertifikasi Juleha, Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan berupaya memastikan pengembangan kompetensi tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi berlanjut menjadi kompetensi yang dapat diterapkan dan memberikan dampak di tengah masyarakat,” ujar Ketua LSP Badan Litbang dan Diklat Kemenag Efa Ainul Falah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/9). 

Ket. Foto: Ilustrasi petugas bersiap menyembelih sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto di Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. — Sumber: ANTARA/Auliya Rahman

Pelatihan juru sembelih halal ini digelar Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan (Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan) Kemenag bersama Lembaga Pelatihan SDM Halal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan LSP Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Kegiatan ini mendapat dukungan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia. 

Pelatihan Terintegrasi Sertifikasi Profesi Juru Sembelih Halal diikuti 30 peserta. mereka berasal dari bidang usaha Rumah Potong Hewan (RPH), Rumah Potong Unggas (RPU), serta penyembelih hewan kurban pada Masjid Jami di wilayah Jabodetabek. 

Efa menegaskan pentingnya pelatihan yang terintegrasi dengan sertifikasi profesi sebagai bagian dari upaya memastikan kompetensi peserta dapat diukur dan diakui sesuai standar yang berlaku.  

Kolaborasi Kementerian Agama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, LSP, dan Bank Indonesia dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan SDM halal membutuhkan sinergi lintas lembaga.

“Tidak hanya untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem halal yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan mendukung pengembangan ekonomi umat,” kata Efa.

Deputi Direktur DEKS Bank Indonesia Anna Setyawati menyampaikan penguatan kompetensi Juru Sembelih Halal merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi syariah.

“Bank Indonesia terus mendorong penguatan ekosistem halal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan pengembangan ekonomi syariah,” kata dia.

Menurut Anna, ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi dan sertifikasi merupakan bagian penting dalam membangun kualitas ekosistem halal.

Untuk itu, ia mengapresiasi kolaborasi Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, LSP Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, serta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam penyelenggaraan pelatihan dan uji kompetensi juru sembelih halal. 

“Kolaborasi lintas lembaga seperti ini diharapkan dapat memperkuat kualitas SDM sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekosistem halal dan ekonomi syariah secara berkelanjutan,” kata dia.  

Profesi juru sembelih halal memiliki posisi penting dalam memastikan proses penyembelihan hewan memenuhi ketentuan syariah sekaligus standar kompetensi dan praktik kerja yang diperlukan.   

Melalui pelatihan yang terintegrasi dengan sertifikasi profesi, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga dipersiapkan untuk memenuhi standar kompetensi melalui uji kompetensi.

Materi pelatihan mencakup antara lain penerapan syariat Islam, koordinasi pekerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta higiene dan sanitasi. Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan menjalani uji kompetensi sertifikasi profesi yang dilaksanakan oleh LSP Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Ant

  • juru sembelih halal (juleha)

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.