Khofifah Ajak Perkuat Regenerasi dan Ekosistem Reog Ponorogo

Sabtu, 27 Jun 2026, 13:23 WIB

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem kebudayaan dan regenerasi Reog Ponorogo menyusul keberhasilan Tim Kesenian Kyai Lodra meraih Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI.   

"Keberhasilan tim kesenian Kyai Lodra menjadi bukti nyata kesenian tradisi Jawa Timur tetap memiliki daya tarik, relevansi dan kualitas terbaiknya di tengah dinamika zaman. Tradisi bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya," ujarnya di Surabaya, Sabtu.  

Ket. Foto: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) saat menerima Tim Kesenian Kyai Lodra yang meraih Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI. — Sumber: Pemprov Jatim

Khofifah menegaskan, prestasi Tim Kesenian Kyai Lodra yang membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Ponorogo, tetapi juga seluruh masyarakat Jawa Timur.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kesenian tradisional mampu terus berkembang, beradaptasi, dan tetap unggul di tengah perubahan zaman.

Ia mengatakan Reog Ponorogo bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan identitas budaya Jawa Timur yang sarat nilai keberanian, ketangguhan, gotong royong, kreativitas, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.

Karena itu, Khofifah menilai pelestarian Reog harus terus diperkuat melalui pembinaan, regenerasi, serta pemberian ruang kreativitas bagi para seniman, khususnya generasi muda, agar kesenian tradisional tetap hidup dan dicintai lintas generasi.

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, budaya tradisional justru dinilai memiliki peran strategis sebagai penanda jati diri bangsa sekaligus sumber pembentukan karakter masyarakat.

"Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui upaya menjaga warisan yang telah ada. Kita juga harus membuka ruang yang luas bagi kreativitas, inovasi, dan regenerasi agar budaya tetap relevan, dicintai, dan mampu menjawab tantangan zaman," tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak pemerintah, seniman, akademisi, komunitas budaya, hingga masyarakat untuk terus memperkuat ekosistem kebudayaan.

Menurutnya, budaya bukan hanya aset warisan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak pembangunan daerah, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem kebudayaan, memperluas ruang-ruang kreativitas bagi generasi muda serta menjadikan budaya sebagai kekuatan karakter sekaligus kekuatan pembangunan daerah," katanya.

Khofifah berharap prestasi Tim Kyai Lodra dapat menjadi motivasi bagi seluruh pelaku seni budaya di Jawa Timur untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.

"Mari kita jaga, lestarikan, dan wariskan semangat Reog kepada generasi penerus. Karena di dalamnya tersimpan jati diri, karakter, serta kebanggaan Jawa Timur yang akan terus menguatkan Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kesenian Kyai Lodra, Joko Winarko, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim, khususnya Gubernur Khofifah dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, yang selama ini memberikan pembinaan dan fasilitasi kepada para pelaku seni.

Ia menjelaskan, selain meraih gelar Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI, Tim Kyai Lodra juga berhasil meraih penghargaan Penyaji Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Penata Tari Terbaik.

"Alhamdulillah kami berhasil meraih juara umum sekaligus memperoleh penghargaan penyaji terbaik, penata musik terbaik, penata tari terbaik. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim peserta dan juga pastinya dukungan dari berbagai pihak," katanya.

Joko berharap Reog Ponorogo terus berkembang sebagai ruang pengabdian para seniman, budayawan, akademisi, dan generasi muda dalam menjaga, mengembangkan, serta memajukan seni budaya Indonesia sebagai warisan bernilai luhur dan mendunia.

  • Gubernur Khofifah

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.