Rumah Energi dan Pemkab Purwakarta Dorong Perempuan Jadi Aktor Utama Transisi Energi.

Kamis, 24 Sep 2026, 18:23 WIB

Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama Rumah Energi mendorong perempuan di sekitar PLTS Terapung Cirata untuk menjadi pelaku utama dalam upaya transisi energi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Forum Multipihak bertajuk “Membangun Transisi Energi yang Inklusif dan Responsif Gender di Wilayah PLTS Terapung Cirata”, yang mempertemukan pemerintah, pelaku sektor energi, dan lembaga keuangan untuk memperkuat akses perempuan terhadap pelatihan, pembiayaan, peluang ekonomi, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan.

Acara ini digelar pada 23 September 2026 di Aula Janaka, Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta. Forum ini menjadi ruang koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemangku kepentingan bidang energi (PT PLN Nusantara Power, PT PMSE, dan Perum Jasa Tirta II), serta lembaga keuangan (Bank BRI dan Bank BJB). 

Ket. Foto: Lewat program PW4JET, kolaborasi ini memperkuat kapasitas, kepemimpinan, dan kemandirian ekonomi perempuan di empat desa Kecamatan Maniis — Sumber: Rumah Energi

Sinergi Lintas Sektor dan Dukungan Pemerintah 

Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Ir. Sri Jaya Midan, M.P., menekankan pentingnya kolaborasi aktif dan terintegrasi dari berbagai pihak. “Keberhasilan dari program transisi energi yang inklusif tidak dapat tercapai apabila berjalan secara parsial. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita memerlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat, sektor swasta, hingga lembaga perbankan untuk memastikan program ini memberikan multiplier effect bagi warga lokal." Sri juga berharap agar kawasan PLTS Terapung Cirata dan wilayah Kecamatan Maniis dapat menjadi pilot project bagi pengembangan transisi energi yang inklusif. 

Sejalan dengan hal tersebut, Nani Dwi Wahyuni, S.E., M.IS selaku Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Masyarakat bidang Pengarusutamaan Gender KemenPPA menegaskan bahwa transisi energi tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan manusia dan pemberdayaan perempuan. "Pemberdayaan ekonomi perempuan wajib menjadi bagian dari pembahasan transisi energi. Kita perlu memastikan perempuan memperoleh peluang untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan meraih kemandirian ekonomi. Model pemberdayaan seperti Kebun Pangan Perempuan menjadi bukti bagaimana aspek ekonomi dapat menjadi pintu masuk yang mempertemukan isu ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, sekaligus penguatan kepemimpinan perempuan di tingkat lokal," ungkap Nani.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang kembali menekankan pentingnya kolaborasi bagi upaya penciptaan kesetaraan peluang di tengah masyarakat. “Transisi energi harus membuka peluang yang setara bagi masyarakat, khususnya perempuan. Karena itu, kolaborasi lintas sektor penting untuk menghubungkan kapasitas masyarakat dengan akses program, pembiayaan, dan peluang ekonomi,” ujar Sumanda.

Membangun Peran Perempuan 

Inisiatif kegiatan ini merupakan bagian penting dari Program PW4JET (Pro Women for Just Energy Transition) yang dilaksanakan oleh Rumah Energi dengan dukungan dari Ford Foundation. PW4JET sendiri merupakan inisiatif yang berfokus pada penguatan peran perempuan dalam proses transisi energi yang berkeadilan. Program ini dilaksanakan di empat desa di Kecamatan Maniis, yaitu Citamiang, Sinargalih, Tegal Datar, dan Pasir Jambu, dengan memberikan perhatian khusus kepada Perempuan Kepala Keluarga (PEKA) sebagai salah satu kelompok yang rentan.

Project Manager PW4JET, Gustina, mengungkapkan transisi energi berkeadilan juga harus melihat aspek sosial dan gender, “Transisi energi tidak akan tercapai jika kita hanya bicara soal teknologi, tanpa melihat aspek sosial dan ketimpangan gender yang ada di sekitarnya. Program PW4JET hadir dengan visi menempatkan perempuan sebagai aktor utama transisi energi, bukan sekadar penerima manfaat pasif. Kami berharap forum ini menghasilkan komitmen lintas sektor yang menjamin partisipasi bermakna bagi perempuan, di mana mereka memiliki akses, kontrol, dan porsi manfaat yang setara dari pembangunan energi di wilayah mereka.” 

Sejumlah intervensi telah dilakukan, antara lain kick-off dan lokakarya pengarusutamaan GEDSI pada 5 Agustus 2026 serta lokakarya Gender Action Learning System (GALS) pada 26–27 Agustus 2026. Tahap berikutnya akan diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk pelatihan cerdas iklim seperti pemanfaatan eceng gondok untuk pembuatan silase dan kompos, pengenalan teknologi biogas, serta penguatan kepemimpinan perempuan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PW4JET berupaya membangun kapasitas masyarakat sekaligus menghubungkannya dengan peluang program pemerintah, CSR, akses pembiayaan, dan pengembangan usaha yang dapat mendukung kemandirian ekonomi perempuan di wilayah sasaran. Forum multipihak ini diharapkan menjadi salah satu titik temu untuk memperkuat kolaborasi tersebut dan mendorong Kecamatan Maniis menjadi contoh pengembangan transisi energi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memperhatikan dimensi sosial, ekonomi, dan kesetaraan gender.

  • Rumah Energi

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.