- Home
-
- Megapolitan
-
- Wagub Rano Karno Dorong Ja...
Wagub Rano Karno Dorong Jakarta Belajar dari Budaya Korea untuk Jadi Kota Global
Senin, 05 Okt 2026, 13:55 WIBJAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri Festival Indonesia 2026 di Yeouido Hangang Park, Seoul, Korea Selatan, Minggu (4/10). Kehadiran Rano menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya sekaligus membuka peluang kerja sama Jakarta dan Seoul di bidang kebudayaan, ekonomi kreatif, dan perfilman.
Kunjungan Rano merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Pemprov DKI Jakarta ke Korea Selatan atas undangan Pemerintah Kota Seoul. Dalam kunjungan tersebut, Jakarta dan Seoul menjajaki berbagai peluang kerja sama, termasuk pertukaran pengalaman dalam mengembangkan kota melalui kebudayaan, kreativitas, dan inovasi.
Rano hadir bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea Cecep Herawan beserta istri dan ribuan masyarakat Indonesia yang tinggal serta bekerja di Korea Selatan. Mengenakan batik lengan pendek bernuansa Betawi, Rano menyapa masyarakat Indonesia yang memadati kawasan Yeouido Hangang Park di tepi Sungai Han.
Dalam kesempatan tersebut, Jakarta turut diperkenalkan melalui pertunjukan kesenian dan paparan khusus yang disampaikan langsung oleh Rano. Ia menilai festival tersebut bukan sekadar ajang perayaan budaya, tetapi juga ruang untuk mempertemukan masyarakat Indonesia dan Korea Selatan.
"Festival Indonesia bukan sekadar perayaan budaya. Ini adalah ruang perjumpaan. Melalui seni, kuliner, kreativitas, dan budaya, masyarakat Indonesia dan Korea Selatan bisa semakin saling mengenal, berbagi inspirasi, dan membangun persahabatan yang lebih kuat," urainya.
Menurut Rano, hubungan antarmasyarakat atau people-to-people menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Korea Selatan. Di sisi lain, Indonesia juga dapat menunjukkan identitas sebagai bangsa yang tetap menjaga warisan budaya sekaligus terbuka terhadap kreativitas, inovasi, dan kolaborasi.
"Jakarta dan Seoul memiliki banyak ruang untuk tumbuh bersama. Hubungan keduanya harus kita isi dengan kerja sama yang konkret. Mulai dari kebudayaan, industri kreatif, perfilman, pengembangan talenta muda, sampai pertukaran pengalaman dalam membangun kota yang mampu berbicara di tingkat global," jelas Rano.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Rano adalah cara Korea Selatan mengembangkan kebudayaannya secara konsisten hingga mampu menjangkau masyarakat dunia. Film, musik, drama, kuliner, fesyen, dan berbagai produk budaya Korea dinilai tidak hanya menjadi warisan yang dijaga, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan ekonomi dan instrumen diplomasi.
"Kita melihat bagaimana Korea Selatan mampu membawa kebudayaannya menembus batas-batas negara. Yang menarik untuk kita pelajari bukan sekadar hasil akhirnya, tetapi strategi di belakangnya. Bagaimana budaya diberi ruang, kreator diperkuat, industri dibangun, dan semuanya kemudian diperkenalkan kepada dunia," paparnya.
Rano menilai Jakarta memiliki modal budaya yang tidak kalah besar. Sebagai kota yang sejak lama menjadi ruang perjumpaan berbagai etnis, tradisi, dan kebudayaan, Jakarta memiliki kekayaan yang dapat menjadi bagian dari identitasnya sebagai kota global.
Menurutnya, pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak harus membuat Ibu Kota meninggalkan akar budayanya. Sebaliknya, kekayaan budaya yang dimiliki Jakarta dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus kekuatan untuk memperkenalkan kota tersebut kepada masyarakat dunia.
Rangkaian kunjungan Rano di Korea Selatan berlanjut ke Busan untuk menghadiri Busan International Film Festival. Kehadiran Jakarta dalam salah satu forum perfilman internasional tersebut diarahkan untuk memperkenalkan Jakarta Film Commission kepada jejaring industri film dunia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memperkuat ekosistem perfilman sekaligus meningkatkan posisi Jakarta sebagai salah satu pusat produksi dan pengembangan industri audiovisual. Forum di Busan juga dinilai menjadi kesempatan untuk membangun jejaring dengan sineas, produser, investor, festival, serta pelaku industri kreatif dari berbagai negara.
Rano berharap kolaborasi tersebut tidak hanya membuka peluang bagi Jakarta. Kerja sama juga diharapkan memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan industri perfilman Indonesia.
Di tengah perjalanan menuju usia 500 tahun, Rano mengatakan Jakarta perlu melihat sejarah panjang kotanya sebagai sumber kekuatan untuk melangkah menuju masa depan. Menurutnya, momentum lima abad Jakarta dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah Ibu Kota yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar budayanya.
Perayaan lima abad Jakarta bukan semata-mata penanda usia sebuah kota. Momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Jakarta sebagai kota yang semakin terbuka dan global, tetapi tetap memiliki sejarah serta akar kebudayaan yang kuat.
Karena itu, Rano turut mengundang masyarakat Korea Selatan untuk datang ke Jakarta dan bersama-sama merayakan perjalanan lima abad Ibu Kota. Masyarakat Korea juga diajak mengenal lebih dekat warisan budaya dan kreativitas yang berkembang di Jakarta.
"Jakarta adalah kota yang terus tumbuh. Kita ingin dunia melihat Jakarta bukan hanya sebagai kota dengan sejarah yang panjang, tetapi juga sebagai kota yang punya masa depan, kreativitas, dan keberanian untuk terus berkolaborasi," pungkasnya.
- Korea Selatan (Korsel)
- Seoul
- Pemprov DKI Jakarta
- Wagub DKI Rano Karno
- Ekonomi Kreatif
- Jakarta Film Commission
- Diplomasi Budaya
- Jakarta Kota Global
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Sleman Creative Weeks Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
-
Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Kemenekraf Genjot Literasi Bisnis Pelaku Ekraf di Tapanuli Selatan
-
IFG dan Jamkrindo Perkuat Kolaborasi Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif
-
Transjakarta Bakal Kelola Transportasi Udara, Pemprov DKI Siapkan Fasilitas
-
Arab Saudi Cegat Drone Houthi di Selatan Mekah, Tuduhan Targetkan Kota Suci Dibantah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.