Kabupaten Cianjur Kurang 282 Ruang Kelas untuk SMP
Kamis, 03 Sep 2026, 21:46 WIBCIANJUR -- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat masih kekurangan sekitar 282 ruang kelas untuk menampung siswa SMP di sejumlah kecamatan terutama sekolah swasta dan rehabilitasi untuk sekolah negeri.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur Ipan Sopandi di Cianjur, Kamis, mengatakan saat ini di Kabupaten Cianjur terdapat 458 SMP dengan 3.534 ruang kelas untuk menampung 97.183 siswa yang tersebar dalam 3.816 rombongan belajar.Â
Sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 282 ruang kelas guna memberikan kenyamanan saat menjalani proses belajar mengajar, dimana sebagian besar yang mengalami kekurangan kelas merupakan SMP swasta.
âSebagian besar kekurangan ruang kelas terjadi di sekolah swasta, sedangkan untuk SMP negeri lebih banyak berkaitan dengan kondisi bangunan yang membutuhkan rehabilitasi," katanya.
Dia menjelaskan dari total 3.534 ruang kelas SMP di Cianjur sebanyak 2.287 ruang kelas dalam kondisi baik, 676 ruang kelas rusak ringan, 282 rusak sedang, dan 289 ruang mengalami rusak berat.
Penanganan ruang kelas rusak ringan menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah, dimana perawatan dapat menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.
Permendiknasmen Nomor 8 Tahun 2026 terkait biaya perawatan sekolah maksimal 20 persen dari anggaran BOS, ruang kelas yang masuk kategori rusak sedang hingga rusak berat menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mendapatkan penanganan.
"Sekolah harus mengajukan kebutuhan secara mandiri melalui aplikasi Dapodik, kami mengusulkan dan mengkoordinasikan pengajuan, pemerintah akan menyeleksi sekolah yang layak mendapatkan bantuan atau direhabilitasi berdasarkan aplikasi Dapodik,â katanya.
Prioritas bantuan diberikan kepada sekolah dengan tingkat kerusakan sedang menuju berat, termasuk berdasarkan jumlah siswa dibandingkan dengan ketersediaan ruang kelas menjadi salah satu pertimbangan.
Program revitalisasi SMP di Cianjur saat ini masih berjalan dan jumlah penerimanya belum final, dimana data sementara terdapat hampir 33 SMP yang sedang mengikuti proses revitalisasi.
"Termasuk yang telah melaksanakan pembangunan fisik maupun sekolah yang telah dipanggil pemerintah pusat untuk mengikuti tahapan kegiatan," katanya.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.