Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memperketat Pemantauan Erupsi Semeru Disertai Awan Panas Guguran

5 Kamis, 05 Nov 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memperketat Pemantauan Erupsi Semeru Disertai Awan Panas Guguran Memperketat Pemantauan Erupsi Semeru Disertai Awan Panas Guguran Doc: Antara
Ket. Gunung Semeru erupsi berupa APG dengan jarak luncur 3,5 km pada Kamis (5/11/2026) sore.

Lumajang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memperketat pemantauan Gunung Semeru saat terjadi erupsi disertai awan panas guguran (APG) secara beruntun sebanyak empat kali pada Kamis.

"Kami meningkatkan kesiapsiagaan, sehingga pemantauan intensif dilakukan melalui sejumlah pos pantau untuk mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru sekaligus mengantisipasi potensi dampaknya terhadap masyarakat," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono.

Menurut dia, pemantauan dilakukan melalui kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sejumlah titik strategis, khususnya kawasan Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo.

"Tim Reaksi Cepat (TRC) siaga penuh dibantu dengan TNI, apabila sewaktu-waktu ada APG susulan dan petugas melakukan pemantauan melalui CCTV dari pos-pos pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo,” tuturnya.

Ia mengatakan beberapa kali erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran dan luncuran awan panas terpantau mengarah ke tenggara, tepatnya kawasan Besuk Kobokan, sedangkan sebaran abu vulkanik bergerak ke beberapa arah, meliputi tenggara, barat daya, hingga selatan.

"Hingga laporan diterima, belum ada dampak kerusakan yang dilaporkan akibat rangkaian erupsi tersebut. Meski demikian, BPBD tetap memperketat pemantauan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan dan mendukung langkah antisipasi apabila terjadi perubahan situasi," katanya.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan bencana, agar tidak mengabaikan potensi bahaya aktivitas Gunung Semeru dan warga diminta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang serta mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.

Pemantauan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi aktivitas Semeru. Di tengah erupsi dan luncuran awan panas guguran, kewaspadaan petugas dan kepatuhan masyarakat terhadap informasi kebencanaan diperlukan untuk mengurangi risiko serta menjaga keselamatan bersama.

Sementara berdasarkan catatan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat sebanyak empat kali yang disertai APG yakni pukul 06.33 WIB dengan jarak APG sejauh 3 kilometer; kemudian pukul 08.43 WIB tercatat erupsi disertai APG dengan jarak luncur 3,5 km; kemudian pukul 09.24 WIB terjadi erupsi dengan letusan disertai APG sejauh 4,5 km, dan pukul 14.56 WIB juga terjadi erupsi disertai APG sejauh 3,5 km.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.