Harga Cabai di Purwokerto Kembali Melejit, Emak-emak Mulai Keluhkan Dampaknya
Minggu, 27 Sep 2026, 11:19 WIBPURWOKERTO - Harga beberapa jenis cabai di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali melonjak seiring berkurangnya pasokan dari petani karena faktor regenerasi tanaman serta kekeringan yang menyebabkan tanaman lama cepat mengering dan rusak.
âHarga cabai rawit merah hari ini kembali naik menjadi Rp80.000 per kilogram setelah sempat bertahan di kisaran Rp75.000 per kg dalam satu pekan terakhir,â kata salah seorang pedagang sayuran, Anjar di Pasar Manis, Purwokerto, Minggu.
Menurut dia, kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit hijau, yakni dari Rp60.000 per kg menjadi Rp70.000 per kg serta cabai merah besar naik dari Rp55.000 per kg menjadi Rp60.000 per kg.
Sementara untuk harga cabai merah keriting dalam satu pekan terakhir masih bertahan di kisaran Rp65.000 per kg setelah mengalami kenaikan dari Rp60.000 per kg pada pekan sebelumnya.
âKenaikan harga beberapa jenis cabai ini dipengaruhi oleh minimnya pasokan dari petani,â katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengakui harga aneka cabai di wilayah itu mengalami kenaikan tetapi tidak terlalu signifikan seperti yang terjadi di sejumlah daerah.
Menurut dia, kenaikan harga itu terjadi karena faktor regenerasi tanaman cabai atau masa peralihan dari tanaman lama menuju tanaman baru.
âAneka cabai yang dijual saat ini merupakan sisa panen dari tanaman lama karena tanaman baru belum produksi,â katanya.
Sementara itu, petani pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara Teguh Suprapto mengakui saat sekarang petani di berbagai sentra cabai, termasuk Banjarnegara, sedang meregenerasi atau peremajaan tanaman.
Ia memperkirakan produksi cabai dari tanaman baru tersebut dapat dipetik mulai akhir Oktober 2026, sehingga harga aneka cabai di pasaran masih berpotensi melonjak kembali karena pasokan dari petani mengandalkan tanaman lama yang tidak lagi produktif.
âDi sisi lain, faktor kekeringan menyebabkan tanaman cepat kering dan rusak. Hasil panen pun kurang maksimal karena air yang terbatas,â katanya.
- Harga Cabai melonjak
- Harga Cabai
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Klaim Kedaulatan Falkland, Argentina Ancam Jatuhkan Sanksi Berat ke Perusahaan Minyak
-
Mentan Amran Optimistis Indonesia Mampu Hadapi El Nino, Stok Beras Tetap Aman.
-
17 Madrasah di Jepara Peroleh Bantuan Revitalisasi Rp17 Miliar
-
Cegah Karhutla, Polisi Edukasi Warga Muara Enim Lewat Program Subuh Keliling
-
Harga Cabai Makin "Pedas"! Redam Gejolak, Bapanas Kirim Stok dari Daerah Surplus
-
Iva Jovic Selangkah Lagi Pertahankan Gelar Guadalajara Open
-
Era Mata Uang Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Suriah Masih Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.