Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Khofifah Dorong Kerja Sama Strategis Jatim-Maroko di Berbagai Sektor

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 12:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Khofifah Dorong Kerja Sama Strategis Jatim-Maroko di Berbagai Sektor Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Maroko Redouane Houssaini di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (3/8/2026).

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong kerja sama strategis Jatim dan Kerajaan Maroko di berbagai sektor, meliputi perdagangan, investasi, industri manufaktur, pertanian, perikanan, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pertukaran budaya, dan peluang pembentukan sister province.

"Kami menerima kunjungan kehormatan Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Maroko. Banyak hal produktif yang kami bahas, mulai dari perdagangan, industri manufaktur, agro, perikanan, pendidikan termasuk peluang beasiswa ke Maroko, hingga berbagai kerja sama strategis lainnya," ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa (04/8).

Sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Maroko Redouane Houssaini di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (03/8).

Khofifah menjelaskan Jatim memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan gerbang utama kawasan timur Indonesia.

Provinsi ini didukung industri manufaktur, pertanian modern, perikanan, perdagangan, logistik, dan sumber daya manusia yang kompetitif sehingga potensial dipadukan dengan kekuatan ekonomi Maroko.

Gubernur menegaskan Pemprov Jatim menyambut baik peluang kerja sama dan siap menindaklanjutinya melalui komunikasi yang lebih intensif agar segera diwujudkan dalam program konkret.

"Kami menyambut baik peluang kerja sama ini. Ke depan akan kami tindak lanjuti melalui komunikasi yang lebih intensif sehingga kolaborasi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Timur maupun Kerajaan Maroko," katanya.

Khofifah menambahkan hubungan Indonesia dan Maroko dibangun di atas fondasi sejarah yang kuat sejak perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika memperjuangkan kemerdekaan dan diperkuat melalui kunjungan Presiden Soekarno ke Maroko pada 1960.

"Hubungan Indonesia dan Maroko bukan hubungan yang baru. Kedua negara memiliki sejarah panjang yang dibangun atas semangat persahabatan dan perjuangan bersama. Fondasi sejarah itu menjadi modal yang sangat kuat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang pada masa sekarang," tuturnya.

Pada sektor pendidikan, Khofifah menyoroti warisan intelektual Universitas Al-Qarawiyyin di Kota Fez yang didirikan Fatimah Al-Fihri bersama Maryam Al-Fihri pada 859 Masehi

Menurutnya, kedua tokoh perempuan tersebut menjadi inspirasi dalam tradisi keilmuan dan pemberdayaan perempuan.

Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Maroko Redouane Houssaini mengatakan Jatim memiliki potensi ekonomi besar untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan Maroko.

"Kami mendiskusikan banyak peluang kerja sama antara Maroko dan Jawa Timur dalam bidang ekonomi, perdagangan, pertukaran budaya, pendidikan hingga pengembangan smart city. Saat ini kami juga mulai membahas kerangka kerja sama yang akan menjadi dasar kemitraan yang saling menguntungkan atau win-win cooperation," katanya.

Ia menambahkan Pemerintah Kerajaan Maroko membuka peluang beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Jatim serta menjajaki penyusunan nota kesepahaman sebagai landasan implementasi berbagai kerja sama yang telah dibahas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.