Jelang MotoGP 2026, BMKG Prediksi Kondisi Cuaca di Mandalika Mendukung

Kamis, 01 Okt 2026, 19:17 WIB

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di kawasan Sikuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, selama pelaksanaan ajang balapan MotoGP cenderung cerah berawan dengan peluang hujan relatif kecil.

“Untuk kegiatan MotoGP diprediksi curah hujan tidak ada, namun lebih ke cuaca cerah berawan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Tri Widiarto di Mataram, Kamis (1/10).

Ket. Foto: Acara Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dihadiri Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron, Komisaris Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, perwakilan Organizing Committee dan ITDC Sadiq Apriadi, serta perwakilan dari KPH Wironegoro. — Sumber: ANTARA/HO-Tim media Road to Pertamina Grand Prix o

Tri mengatakan kondisi tersebut sejalan dengan prediksi BMKG yang menyatakan musim kering masih berlangsung di wilayah NTB hingga Oktober 2026.

Menurut dia, memasuki akhir Oktober wilayah NTB mulai berada pada masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan yang diprediksi berlangsung pada Desember.

Khusus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika peluang terjadi hujan saat pelaksanaan MotoGP pada 9 hingga 11 Oktober 2026 relatif kecil, dengan persentase berada di bawah 50 hingga 30 persen.

“Untuk daerah Mandalika di bawah 50 sampai 30 persen. Jadi kemungkinan hujan itu kecil,” ucap Tri.

Meski peluang hujan kecil, imbuh dia, kondisi cerah berawan tetap perlu diperhatikan karena paparan sinar matahari dan suhu dapat mempengaruhi kondisi penonton selama menyaksikan ajang balap tersebut.

Tri mengimbau penonton untuk mengantisipasi risiko dehidrasi akibat kondisi cuaca yang cenderung panas selama berada di kawasan sirkuit.

Kondisi cuaca panas dan terik perlu menjadi perhatian agar penonton dapat tetap menjaga kondisi tubuh selama mengikuti rangkaian MotoGP Mandalika 2026.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menyebut kesiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika telah mencapai 95 persen.

Sebanyak 400 marshal disiapkan untuk mendukung pelaksanaan balapan dan dijadwalkan menjalani pelatihan pada 5-8 Oktober 2026.

Penyelenggara menyiapkan 118 unit shuttle untuk mobilitas di dalam kawasan dan 35 shuttle yang disediakan Pemerintah Nusa Tenggara Barat, untuk melayani transportasi di luar kawasan sirkuit.

Dukung Event MotoGP

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Pathul Bahri mengajak warga maupun pelaku wisata untuk memberikan pelayanan yang aman, nyaman dalam menyukseskan ajang MotoGP Indonesia 2026 yang digelar di Sirkuit Mandalika.

"Seluruh pengelola destinasi wisata diharapkan memberikan pelayanan yang aman, tertib dan profesional," kata Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah, Kamis.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menerbitkan surat himbauan peningkatan pelayanan dan tata kelola destinasi pariwisata dalam rangka menyambut gelaran event MotoGP Indonesia, 9-11 Oktober 2026.

Surat himbauan dengan Nomor: 620/39/UM/2026 yang ditandatangani bupati Lombok Tengah tersebut ditujukan kepada seluruh pengelola destinasi pariwisata di Lombok Tengah.

"Semua pihak diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan," ujarnya.

Bupati juga menekankan kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan. Memberikan informasi yang jelas dan terbuka mengenai seluruh jenis tarif atau pungutan.

"Tidak melakukan pungutan di luar ketentuan yang telah ditetapkan," katanya.

"Sinergi itu sangat penting dalam mencegah dan menindaklanjuti setiap dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dapat merugikan wisatawan dan mencoreng citra pariwisata daerah," kata dia.

Menurut, himbauan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk menciptakan destinasi pariwisata yang aman, nyaman, bersih, tertib, transparan, dan berintegritas.

"Mari ciptakan destinasi pariwisata yang aman, nyaman, bersih, tertib, transparan, dan berintegritas," terangnya.

Ia mengatakan potensi wisata di Lombok Tengah cukup banyak luas, sehingga diharapkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung dan tidak ada lagi isu dugaan pungli yang dapat merusak citra pariwisata Lombok Tengah.

"Pengawasan terus dilakukan dan kami sedang melakukan pendataan sedang terhadap orang yang melakukan hal yang tidak diinginkan, sudah dipanggil, agar tetap mengikuti aturan untuk kemajuan pariwisata di Lombok Tengah," katanya. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.