- Home
-
- Megapolitan
-
- Kawasan Aglomerasi dan Jak...
Kawasan Aglomerasi dan Jakarta Kerja Sama Kembangkan Budaya
Jumat, 31 Jul 2026, 11:25 WIBJAKARTA â Untuk mengembangkan kebudayaan di Kawasan aglomerasi dan Jakarta, maka ditandatangani Perjanjian Kerja Sama Sinergi Jejaring Kemitraan Kebudayaan Jabodetabek Connected 2026. Kolaborasi bersama sejumlah pemerintah daerah penyangga yang memiliki keterkaitan sejarah, sosial, dan budaya ini bertujuan melestarikan budaya Betawi. Selain itu, memperluas pertukaran budaya antardaerah, serta menyiapkan program bersama menuju 500 Tahun Jakarta pada 2027.
Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta, Rano Karno, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis, mengatakan identitas Betawi telah tumbuh melampaui batas administratif Jakarta. Karena itu, pelestariannya memerlukan keterlibatan daerah-daerah yang menjadi bagian dari ekosistem budaya Betawi.
âSetiap pembangunan kota pasti berdampak pada kebudayaan. Komponen budaya Betawi tidak hanya ada di Jakarta, tetapi juga tersebar di kawasan aglomerasi. Karena itu, kolaborasi antardaerah menjadi sangat penting,â kata dia. Menurut Rano, perjanjian tersebut harus segera diterjemahkan ke dalam agenda yang terukur, seperti penyelenggaraan pertunjukan bersama, pertukaran pelaku seni, pengembangan ruang budaya, serta pelibatan pelajar dan komunitas.
âSaya berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan. Harus ada program konkret yang segera kita laksanakan bersama,â tambahnya. Adapun penguatan jejaring budaya akan berjalan seiring dengan peningkatan konektivitas melalui layanan Transjabodetabek. Keterhubungan antardaerah diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, pelaku seni, dan komunitas untuk mengikuti berbagai kegiatan kebudayaan di kawasan aglomerasi.
Dia berharap kolaborasi antara Pemprov dan daerah penyangga mampu memperkuat ekosistem budaya Betawi sekaligus mendorong pembangunan kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan. âJakarta memerlukan kawasan aglomerasi, dan kawasan aglomerasi juga memerlukan Jakarta,â kata Rano.
Rano menambahkan, Pemprov Jakarta menyusun kalender kegiatan yang membuka ruang partisipasi masyarakat sekaligus melibatkan pemerintah daerah penyangga. Pengalaman peringatan HUT Ke-499 Kota Jakarta menjadi salah satu rujukan. Pemberlakuan tarif transportasi publik Rp1 saat itu mampu meningkatkan mobilitas warga sekaligus kunjungan ke berbagai destinasi di Jakarta.
âKe depan, kami berharap dukungan dari daerah penyangga agar semakin banyak masyarakat, termasuk pelajar, dapat berkunjung dan mengikuti berbagai kegiatan positif di Jakarta,â kata Rano.Â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Portugal Ditahan Imbang Kongo 1-1, Cristiano Ronaldo Gagal Bawa Selecao Menang
-
Indahnya Ramadan: Koramil 1710-07/Mapurujaya Bagikan Takjil Gratis untuk Masyarakat
-
Pemprov Kaltim Uji Ketahanan Jembatan Mahakam Ulu Usai Ditabrak Tongkang Tiga Kali
-
Hari Ini, Samsat Keliling Polda Metro Jaya Tetap Layani Warga Jadetabek, Berikut Lokasinya!
-
Pawai Obor Jelang Ramadan, Pemkab Bangka Barat Anggarkan Rp40 Juta Bantu Tradisi Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.