• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bintang Barnard: Tetangga ...

Bintang Barnard: Tetangga Kosmik yang Bergerak Cepat dan Penuh Misteri

Senin, 21 Sep 2026, 07:27 WIB

PERNAHKAH menatap langit pada malam yang cerah dan dipenuhi bintang, lalu bertanya-tanya tentang banyaknya bintang lain yang ada di alam semesta? Pernahkah berharap bisa melihat bintang-bintang itu dari dekat, merasakan pengalaman yang selama ini tersembunyi dari kehidupan di Bumi?

Jika pernah, tampaknya impian semacam itu mulai mendekati kenyataan. Meskipun bintang yang sedang mendekat ini mungkin akan menjadi pemandangan yang memesona, kabar baiknya adalah bintang tersebut akan tetap berada pada jarak yang aman dan tidak mengganggu tata surya.

Ket. Foto: Gambaran artistik tentang super-Bumi yang mengorbit Bintang Barnard. — Sumber: Foto: ESO/M. Kornmesser

Para astronom menemukan bintang ini, yang termasuk dalam kategori katai merah, pada awal tahun 1900-an. Bintang tersebut memiliki gerak diri yang sangat cepat. Kecepatannya tentu tidak akan menjadi masalah jika bergerak menuju tempat lain. Namun, bintang ini justru bergerak ke arah tata surya.

Lantas, apakah bintang tersebut akan bertabrakan dengan tata surya? Hal itu akan dibahas di tulisan ini. Namun sebelum itu, perlu mengenal lebih jauh tentang bintang katai merah.

Bintang Katai Merah

Matahari merupakan bintang deret utama. Artinya, Matahari menghasilkan energi melalui proses fusi atom hidrogen menjadi helium. Sekitar 90 persen bintang di alam semesta termasuk dalam jenis ini. Bintang-bintang deret utama kemudian dibagi ke dalam tujuh kategori utama, salah satunya adalah katai merah.

Katai merah merupakan bintang yang relatif kecil, dengan massa sekitar 0,08 hingga 0,6 kali massa Matahari. Karena memiliki massa yang lebih rendah, katai merah berukuran kecil yang sepenuhnya bersifat konvektif. Artinya, panas dari inti bintang dibawa ke permukaan melalui arus plasma yang bergerak berputar, bukan melalui radiasi.

Proses pergerakan plasma ini membuat hidrogen segar terus bersirkulasi menuju inti, tempat berlangsungnya fusi nuklir. Dengan demikian, bintang dapat menggunakan hampir seluruh bahan bakarnya, alih-alih berhenti bereaksi ketika hidrogen di intinya habis.

Karena karakteristik tersebut, katai merah memiliki usia hidup yang sangat panjang. Bintang-bintang ini dapat bertahan selama puluhan miliar hingga triliunan tahun, terutama untuk katai merah berukuran paling kecil. Usia tersebut jauh lebih panjang dibandingkan perkiraan masa hidup Matahari.

Katai merah memiliki suhu permukaan terendah di antara seluruh bintang deret utama, biasanya di bawah 4.000 Kelvin, sedangkan suhu permukaan Matahari sekitar 5.800 Kelvin. Luminositas atau jumlah energi cahaya yang dipancarkan katai merah juga sangat rendah. Permukaannya yang relatif dingin menyebabkan warna merah yang terlihat dari Bumi.

Karena luminositasnya rendah, planet dapat mengorbit sangat dekat dengan katai merah dan tetap berpotensi memiliki kondisi yang mendukung kehidupan. Sekitar dua pertiga bintang di Galaksi Bima Sakti diperkirakan merupakan katai merah. Beberapa perkiraan bahkan menunjukkan bahwa proporsi tersebut lebih tinggi di wilayah alam semesta di luar Bima Sakti. Proxima Centauri, bintang terdekat dengan Bumi selain Matahari, juga merupakan katai merah.

Apa Itu Bintang Barnard?

Ophiuchus merupakan salah satu rasi bintang yang cukup besar. Rasi ini berada di sekitar ekuator langit dan tampak seperti sosok manusia yang sedang memegang ular. Seperti rasi bintang lainnya, Ophiuchus memiliki banyak bintang. Namun, rasi ini dikenal luas karena menjadi lokasi Bintang Barnard.

Bintang Barnard adalah katai merah yang berjarak sekitar 5,96 tahun cahaya dari Bumi. Bintang ini merupakan bintang tunggal yang paling dekat dengan Matahari dan sistem bintang terdekat kedua setelah sistem Alpha Centauri.

Benda langit tersebut memiliki gerak diri terbesar di antara bintang-bintang yang diketahui dan sedang bergerak mendekati tata surya. Namun, bintang ini tidak akan bertabrakan dengan Matahari. Jarak terdekatnya dengan sang surya diperkirakan sekitar 3,75 tahun cahaya, yang akan dicapai sekitar tahun 11800 Masehi.

Bintang Barnard dinamai berdasarkan nama astronom Amerika, E.E. Barnard. Bintang ini merupakan katai merah deret utama dengan tipe spektral M4.

Jika tiga komponen sistem Alpha Centauri dianggap sebagai satu sistem, Bintang Barnard merupakan sistem bintang terdekat kedua dengan tata surya. Bintang ini juga merupakan bintang tunggal atau bintang terisolasi yang paling dekat dengan Matahari. Sebagian besar karakteristik fisik Bintang Barnard sesuai dengan karakteristik rata-rata katai merah, meskipun kecepatan rotasinya sedikit berbeda.

Bintang Barnard berotasi satu kali setiap 130 hari karena telah kehilangan sebagian besar energi kinetik rotasinya. Seiring bertambahnya usia bintang, massa dapat berkurang akibat pelepasan gas dan radiasi secara terus-menerus.

Diperkirakan usia Bintang Barnard mencapai 8–12 miliar tahun. Dalam konteks usia bintang, angka tersebut menjadikannya salah satu bintang yang sangat tua. Sebagai perbandingan, Matahari baru berusia sekitar 4,5 miliar tahun. Dengan demikian, Bintang Barnard diperkirakan sekitar tiga kali lebih tua daripada Matahari dan termasuk salah satu bintang tertua di Galaksi Bima Sakti.

Sulit Diamati

Meskipun berada di lingkungan kosmik yang relatif dekat dengan tata surya, Bintang Barnard ternyata sulit diamati. Magnitudo tampaknya hanya sekitar 9,5. Ini berarti Bintang Barnard sama sekali tidak terlihat dengan mata telanjang. Pengamat membutuhkan teleskop yang memadai untuk melihatnya.

Keredupannya berkaitan dengan ukurannya. Dengan tipe spektral M4.0V, Bintang Barnard merupakan bintang katai deret utama yang berukuran kecil. Massanya hanya sekitar 0,16 kali massa Matahari, sedangkan radiusnya sekitar 0,19 kali radius Matahari.

Diagram Hertzsprung–Russell memperlihatkan deret utama, dengan bintang katai merah yang dingin dan redup berada di bagian kanan bawah. Angka-angka yang menjelaskan keredupan Bintang Barnard cukup menarik. Jika seluruh panjang gelombang diperhitungkan, bintang ini hanya memancarkan sekitar 0,0034 kali luminositas total Matahari. Sementara itu, energi yang dipancarkannya dalam bentuk cahaya tampak hanya sekitar 0,0004 kali keluaran Matahari.

Dengan kata lain, bagi mata manusia, Bintang Barnard sekitar 2.500 kali lebih redup daripada Matahari. Sebagian besar energinya dipancarkan dalam bentuk radiasi inframerah, sesuai dengan karakteristik permukaannya yang ­dingin. hay

  • Bintang Barnard

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.