Mandalika Tak Berdiri Sendiri, Dispar NTB Genjot Kunjungan ke Desa Sekitar KEK
Kamis, 30 Jul 2026, 18:25 WIBMATARAM â Pengembangan pariwisata di desa-desa sekitar destinasi wisata menjadi strategi untuk memperluas manfaat ekonomi hingga ke masyarakat lokal.
Dengan mengembangkan potensi budaya, kuliner, kerajinan, dan wisata alam, desa dapat menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata sehingga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan memperkuat UMKM.
Namun, keberhasilannya bergantung pada peningkatan kualitas infrastruktur, kapasitas sumber daya manusia, promosi yang efektif, serta penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi tetap selaras dengan pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajar wisatawan untuk menjelajahi desa-desa penyangga KEK Mandalika agar tidak hanya berpusat menikmati keindahan pantai dan menyaksikan ajang balapan kendaraan bermotor.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata NTB Candra Aprinova mengatakan kunjungan turis ke desa-desa penyangga agar manfaat ekonomi pariwisata semakin dirasakan oleh masyarakat.
"Kawasan sekitar KEK Mandalika ada pantai, bukit, dan budaya yang luar biasa," ujarnya dalam Dialog NTB Pagi yang dipantau di Mataram, Kamis.
Pemerintah NTB terus berupaya mengembangkan desa wisata agar para wisatawan tidak hanya datang ke Sirkuit Mandalika dan Pantai Kuta, tetapi juga menikmati budaya lokal dan potensi desa di sekitar Mandalika.
KEK Mandalika yang terletak di bagian selatan Pulau Lombok di kelilingi berbagai destinasi pariwisata yang eksotis, seperti Desa Adat Sade dan Ende, Pantai Mawun dan Pantai Selong Belanak, hingga kuliner tradisional ayam bakar Ibu Lian.
Candra mencontohkan penyelenggaraan ajang Pocari Sweat Run yang diikuti sekitar 9.200 peserta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan di KEK Mandalika dan desa-desa sekitarnya.
"Mandalika trennya naik setiap tahun karena ada event yang berpengaruh. Jadi, untuk memenuhi target tidak susah, bahkan bisa melampaui target kontribusi terhadap tingkat nasional," ucap dia.
Sepanjang 2025, Dinas Pariwisata NTB mencatat angka kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Nusa Tenggara Barat sebanyak 2,3 juta orang. Turis asing didominasi oleh Malaysia, Australia, dan Jerman.
Pemerintah setempat menargetkan kunjungan turis mencapai 2,5 juta orang pada 2026 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram Akhmad Saufi mengatakan pengembangan sektor pariwisata juga perlu diimbangi dengan penguatan pasar wisatawan domestik.
Wisatawan mancanegara cenderung lebih sensitif terhadap berbagai isu global sehingga penguatan pasar domestik menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.
Ia berpesan pembangunan pariwisata juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta melibatkan masyarakat agar manfaat sektor tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"NTB perlu mengelola pergerakan wisatawan dalam negeri agar manfaat ekonominya saling menguntungkan dan tidak bergantung pada wisatawan asing," pungkas Akhmad.
Kementerian Pariwisata menetapkan lima destinasi pariwisata super prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.
Pada 2026, pemerintah pusat menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16 hingga 17 juta orang kunjungan dengan target devisa Rp22 miliar dolar AS sampai Rp24,7 miliar dolar AS.
- Destinasi Wisata
- KEK Mandalika
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lamine Yamal Bertekad Bersinar di Piala Dunia
-
Piala Dunia, Laga Meksiko Versus Korsel Rebutan Posisi Aman Grup A
-
Naik Lagi, Tinggi-Tinggi Sekali! Harga Pertamax dan Pertamax Green Kembali Disesuaikan.
-
Pembukaan Meriah Warnai Piala Dunia 2026
-
5 Tempat Wisata 'Wellness" di Bhutan, Pilihan Pas Jika Ingin Pulihkan Kesehatan Fisik maupun Mental
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.