Pemprov DKI Kembalikan 180 Anak Putus Sekolah ke Bangku Pendidikan

Rabu, 29 Jul 2026, 13:45 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menghadirkan Program Sekolah Kembali sebagai upaya mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke dunia pendidikan. Program yang dilaksanakan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan merata.

Pada tahap awal, program tersebut berhasil menjangkau 180 anak yang sebelumnya tidak mengenyam pendidikan. Mereka terdiri atas 26 anak di Kecamatan Tamansari, 59 anak di Kecamatan Tambora, 57 anak di Kecamatan Cengkareng, serta 38 anak di Kecamatan Kalideres.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menghadirkan Program Sekolah Kembali sebagai upaya mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke dunia pendidikan. Program yang dilaksanakan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, Program Sekolah Kembali menjadi langkah konkret pemerintah untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pendidikan. Menurutnya, kegiatan MPLS yang ramah anak menjadi momentum untuk menyambut para peserta didik kembali ke lingkungan belajar.

"Program 'Sekolah Kembali' merupakan langkah sistematis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat untuk menekan angka putus sekolah dan memastikan layanan pendidikan yang inklusif, merata, serta berkualitas. Melalui kegiatan MPLS yang ramah anak, edukatif, dan bebas dari segala bentuk perundungan pada hari ini, kita menyambut hangat anak-anak kita untuk kembali menata masa depan mereka," ujar Nahdiana.

Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama kecamatan, kelurahan, RT/RW, kader PKK, hingga Dasawisma. Pendataan dilakukan secara langsung melalui pendekatan door to door untuk memastikan anak-anak yang sempat terputus pendidikannya dapat kembali memperoleh layanan belajar sesuai kebutuhan.

Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan berbagai jalur pendidikan bagi peserta program. Selain membuka kesempatan kembali ke sekolah formal, pemerintah memberikan alternatif melalui Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi anak yang belum memungkinkan mengikuti pendidikan formal.

Dukungan terhadap Program Sekolah Kembali juga diperkuat melalui penyediaan sekolah gratis dan berbagai layanan pendidikan alternatif. Langkah tersebut diharapkan dapat menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menjadi salah satu penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan.

Pemprov DKI Jakarta menilai keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Keterlibatan orang tua, pendidik, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga lingkungan sekitar dinilai penting untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang aman, berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Pemprov DKI Jakarta optimistis mampu menekan angka Anak Tidak Sekolah di ibu kota. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan Jakarta sebagai kota global.

  • Pendidikan
  • Pemprov DKI Jakarta
  • Dinas Pendidikan DKI Jakarta
  • Program Sekolah Gratis
  • Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
  • Penanganan Anak Tidak Sekolah
  • Pendidikan Kesetaraan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.