Disdamkar Garut Mengatasi 63 Kebakaran Lahan Selama Juli 2026
Senin, 27 Jul 2026, 23:27 WIBGarut - Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut, Jawa Barat mengatasi 63 kebakaran lahan sehingga tidak meluas di sejumlah daerah dampak musim kemarau selama Juli 2026 yang hanya menyebabkan kerusakan lahan, dan tidak menimbulkan korban jiwa. Â
"Yang bulan Juli itu 90 kejadian (kebakaran), dari 90 itu, 63-nya itu lahan, 27 non-lahan," kata Kepala Disdamkar Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko di Garut, Senin.
Ia menuturkan, musim kemarau sudah dirasakan sejak Juni dan sudah mulai terjadi beberapa titik kebakaran lahan di beberapa tempat, dan memasuki Juli 2026 kejadian kebakaran lahan semakin banyak tercatat ada 63 lokasi kebakaran yang ditangani.
Kejadian kebakaran lahan itu, kata dia, terjadi di sejumlah tempat, terutama di wilayah selatan Garut yang terdapat banyak area lahan, salah satunya pernah melanda perkebunan sawit milik PT Condong.
"Seperti kemarin terakhir itu di Condong. Perkebunan Condong, penanganannya cukup parah juga itu, dilakukan bersama-sama," katanya.
Ia menyampaikan, jajarannya siap siaga 24 jam di posko utama maupun di pos kewilayahan untuk membantu penanganan kebakaran lahan saat musim kemarau agar tidak terus meluas.Â
Disdamkar Garut, kata dia, selama ini berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut untuk menanggulangi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
"Untuk penanganan kebakaran lahan kita tentu saja koordinasi dengan kewilayahan, karena banyak juga lahan tidak terjangkau oleh unit," katanya.
Ia menambahkan, tingginya jumlah kejadian kebakaran lahan umumnya dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kering, kemudian aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, serta kelalaian saat melakukan pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.
Upaya pencegahan kebakaran lahan, kata dia, perlu adanya kesadaran semua elemen masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di lahan sembarangan, kemudian cepat tanggap ketika ada kemunculan api yang berpotensi terjadinya kebakaran agar cepat ditangani.
"Diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat serta upaya pencegahan dan pengawasan secara berkelanjutan untuk menekan potensi terjadinya kebakaran lahan," katanya.
- kebakaran lahan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Upaya pemadaman kebakaran lahan di sisi gerbang tol kramasan
-
Batalyon Sorong Pacu Produktivitas Prajurit Lewat Pertanian Terpadu Berkelanjutan
-
DPR Soroti Dapur MBG Tak Standar, 300 SPPG di Jabar Ditutup
-
Pantai Gading vs Ekuador: Duel Strategi dan Mentalitas Juara di Grup E Piala Dunia 2026
-
Mitigasi kebakaran hutan di kawasan wisata Bromo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.