Bursa Tokyo Berhasil Bangkit ke Zona Hijau

Senin, 27 Jul 2026, 19:34 WIB

TOKYO - Saham-saham di Bursa Tokyo ditutup menguat, Senin (27/7), setelah harga minyak mentah melemah di tengah harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah, namun, kekhawatiran mengenai imbal hasil investasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membatasi penguatan pasar.

Indeks Nikkei 225 ditutup naik 320,04 poin atau 0,50 persen menjadi 64.931,19 dari penutupan Jumat (24/7). Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas mengakhiri perdagangan naik 54,76 poin atau 1,37 persen menjadi 4.066,07.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Di pasar utama Prime Market, saham sektor transportasi udara, jasa, dan produk karet menjadi pencatat kenaikan terbesar.

Dollar Amerika Serikat (AS) diperdagangkan di kisaran pertengahan 163 yen di Tokyo setelah muncul laporan media yang menyebut Presiden AS Donald Trump untuk sementara waktu mengesampingkan rencana meningkatkan secara tajam operasi militer AS terhadap Iran.

Pada pukul 17.00 waktu setempat, dolar berada di level 163,52-163,53 yen dibandingkan 163,82-163,92 yen di New York dan 163,76-163,78 yen di Tokyo pada pukul 17.00 Jumat.

Euro diperdagangkan pada level 1,1395-1,1397 dolar AS dan 186,34-186,38 yen, dibandingkan 1,1364-1,1374 dolar AS dan 186,26-186,36 yen di New York serta 1,1388-1,1391 dolar AS dan 186,51-186,55 yen di Tokyo pada Jumat sore.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan, ditutup turun 0,045 poin persentase menjadi 2,770 persen karena investor membeli obligasi setelah harga minyak mentah mengalami penurunan.

Di pasar saham, sebagian besar sektor mencatat kenaikan seiring meredanya kekhawatiran terhadap inflasi berkat harapan normalisasi pasokan minyak.

Namun, indeks acuan Nikkei sempat bergerak ke zona negatif setelah sejumlah saham teknologi melemah, mengikuti penurunan saham-saham teknologi di AS pada akhir perdagangan pekan lalu.

Meskipun sejumlah perusahaan besar melaporkan kinerja keuangan yang kuat, investor tetap khawatir terhadap lonjakan besar investasi AI yang diumumkan dalam laporan keuangan tersebut, kata para analis.

"Penyesuaian posisi investor masih belum sepenuhnya selesai" setelah indeks Nikkei menembus level 72.000 bulan lalu, kata ahli strategi saham IwaiCosmo Securities Co., Toshikazu Horiuchi.

Ia menambahkan bahwa "ujian terbesar bagi pasar akan datang" ketika gelombang laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar di Jepang maupun AS dirilis pada pekan ini. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.