Persija Percaya Penuh pada Shin Tae-yong Meski Disanksi KFA

Minggu, 26 Jul 2026, 19:30 WIB

JAKARTA - Persija berkomitmen mendukung pelatih Shin Tae-yong yang disanksi oleh Korea Football Association (KFA) setelah melakukan kekerasan fisik kala masih melatih klub Korea Selatan,  Ulsan HD.

Shin dijatuhi sanksi disiplin larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama satu tahun karena menampar pemain belakang Ulsan HD Jung Seung-Hyun pada 2025.

Ket. Foto: Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca (kiri) bersama pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong (kanan) berpose seusai perkenalan pelatih baru Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin (8/6/2026). Persija Jakarta resmi mengontrak mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong dengan durasi tiga tahun. — Sumber: ANTARA/M Risyal

"Kami memberikan dukungan penuh kepada Shin Tae-yong untuk terus menjalankan tugasnya sebagai pelatih kepala Persija. Seluruh elemen tim saat ini tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi Piala Presiden 2026 dan Super League 2026/2027," kata Presiden Persija Mohamad Prapanca dalam keterangan resmi, Minggu (26/7).

"Kami berharap seluruh elemen tim tidak terpengaruh dengan situasi saat ini dan tetap berorientasi pada peningkatan performa tim," imbuhnya.

Shin masih bisa beraktivitas di luar yurisdiksi sepak bola Korea Selatan.

Manajemen Persija menghormati keputusan KFA, namun tetap memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada Shin untuk terus membentuk tim terbaiknya.

Mantan pelatih tim nasional Indonesia itu baru saja menandatangani kontrak sebagai pelatih Persija selama tiga musim sampai 2029.

Penangguhan Lisensi

Sebelumnya diberitakan, mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong (STY), resmi dijatuhi sanksi disiplin oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) berupa penangguhan lisensi kepelatihan selama 10 tahun. Keputusan tersebut diambil Komite Disiplin KFA pada awal Juli 2026 dan telah disampaikan kepada pihak Shin Tae Yong, meski detail lengkap putusan tidak dipublikasikan karena menyangkut informasi pribadi.

Kabar mengenai sanksi tersebut pertama kali dilaporkan media Korea Selatan, News1, yang mengutip pernyataan seorang pejabat KFA. Meski menerima hukuman berat, laporan itu menyebut sanksi hanya berlaku dalam lingkup sepak bola Korea Selatan sehingga tidak berdampak langsung terhadap aktivitas Shin Tae Yong sebagai pelatih Persija Jakarta yang baru diperkenalkan pada Juni 2026.

“Pertemuan Komite Disiplin mengenai pelatih Shin Tae Yong diadakan awal bulan ini, dan tindakan disiplin tersebut baru-baru ini diberitahukan,” ujar seorang pejabat KFA.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa federasi tidak dapat membuka rincian proses maupun isi keputusan disiplin kepada publik. Menurutnya, terdapat unsur informasi pribadi yang membuat dokumen tersebut tidak bisa dipublikasikan secara menyeluruh.

“Kami hanya diberi tahu bahwa detail tindakan disiplin tersebut tidak dapat diungkapkan karena melibatkan informasi pribadi yang sensitif.”

Laporan media Korea Selatan lainnya, Yonhap, menyebut hukuman yang diterima Shin Tae Yong mencakup penangguhan lisensi kepelatihan, larangan mengikuti pertandingan, hingga pengusiran dari area pertandingan. Sanksi tersebut dikaitkan dengan dugaan tindakan kekerasan terhadap salah satu pemain saat Shin menangani klub K-League, Ulsan HD, pada musim 2025.

Kasus bermula ketika Shin Tae Yong ditunjuk sebagai pelatih kepala Ulsan HD pada Agustus 2025 untuk menggantikan Kim Pan-gon. Saat itu, klub sedang mengalami penurunan performa setelah sebelumnya tiga musim berturut-turut menjuarai K-League dan mulai terancam masuk zona degradasi.

Selama sekitar tiga bulan menangani tim, Shin Tae Yong dikabarkan mengalami konflik internal dengan sejumlah pemain, termasuk bek senior Jung Seung-hyun. Ia dituduh melakukan tindakan menampar sang pemain, yang kemudian memicu memburuknya hubungan dengan skuad serta memperburuk situasi tim di tengah kompetisi.

Performa Ulsan HD yang tidak kunjung membaik akhirnya membuat manajemen memutuskan memberhentikan Shin Tae Yong pada Oktober 2025. Setelah pemecatan tersebut, kasus dugaan kekerasan terus bergulir hingga KFA memprosesnya melalui sidang disiplin yang baru menghasilkan keputusan pada Juli 2026.

“Itu adalah perilaku yang tidak sesuai dengan zaman. Mengenai penyerangan atau kekerasan seksual, bahkan jika pelaku tidak menganggapnya demikian, jika korban menganggapnya sebagai penyerangan, maka begitulah adanya. Saya yakin pemain lain merasakan hal yang sama,” kata Jung Seung-hyun dalam wawancara pada Desember 2025.

Di sisi lain, Shin Tae Yong menyatakan tidak sepenuhnya menerima keputusan yang dijatuhkan KFA. Ia menilai terdapat sejumlah hal yang menurutnya tidak adil, namun memilih tidak mengungkap seluruh versinya agar tidak menimbulkan dampak bagi para pemain yang pernah bekerja bersamanya di Korea Selatan.

“Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya, tetapi anak asuh saya bisa terluka dan situasi di Korea sedang tidak baik untuk mengungkapkannya,” ujar Shin Tae Yong.

Meski menghadapi sanksi dari KFA, posisi Shin Tae Yong sebagai pelatih Persija Jakarta dipastikan tidak terdampak. Ia tetap memimpin persiapan Macan Kemayoran menghadapi turnamen Piala Presiden 2026 dan menjalankan tugas kepelatihannya di Indonesia karena hukuman tersebut tidak berlaku secara internasional. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.