Simulasi TKA Fokus Menguji Kesiapan Teknis Sekolah
Rabu, 23 Sep 2026, 22:47 WIBJakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 pada 21-27 September difokuskan menguji kesiapan teknis sekolah sebelum pelaksanaan ujian pada 26 Oktober-8 November 2026.
Direktur SMA Kemendikdasmen Yuli Haryanto mengatakan simulasi tersebut menjadi kesempatan sekolah memastikan perangkat, jaringan internet, dan aplikasi ujian dapat berfungsi dengan baik.
âSimulasi TKA ini soal aplikasinya, apakah berjalan baik atau tidak. Soal itu nanti waktunya di gladi bersih,â katanya dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.
Setelah simulasi, tahapan TKA dilanjutkan dengan geladi bersih pada 5-18 Oktober 2026, sedangkan pelaksanaan TKA pada 26 Oktober-8 November dan ujian susulan pada 16-29 November 2026.
Kemendikdasmen terus melakukan koordinasi, penguatan kesiapan, pendampingan, serta pemantauan pelaksanaan TKA di sekolah.
Selain kesiapan teknis, ia mengingatkan sekolah segera menyelesaikan pendaftaran peserta TKA yang masih dibuka hingga 27 September 2026.
Ia meminta sekolah tidak menunggu hingga batas akhir pendaftaran karena masih terdapat sejumlah hal yang perlu dipastikan, mulai dari validasi data hingga kesiapan sarana dan prasarana.
"Mengapa harus lebih awal? Karena dengan mendaftar lebih awal, sekolah memiliki waktu yang cukup untuk mengecek kembali data, menyiapkan sarana dan prasarana, mempersiapkan guru, dan yang paling penting, mendampingi murid kita dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Menurut dia, kesiapan menghadapi TKA juga tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan ujian, tetapi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat proses pembelajaran di sekolah.
Ia meminta sekolah tidak menjadikan persiapan TKA sekadar kegiatan latihan soal, melainkan memanfaatkan evaluasi hasil TKA sebelumnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Yang jauh lebih penting adalah memperkuat proses pembelajaran. Kita bantu para siswa memahami konsep, membangun kemampuan bernalar, membaca dengan baik, dan menguasai numerasi," katanya.
Sejumlah sekolah mulai memastikan kesiapan teknis mengikuti simulasi TKA.
Kepala SMKN 1 Monta, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat Olan Wardiansyah mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kantor cabang dinas (KCD) wilayah untuk memastikan tidak terdapat kendala teknis saat TKA.
"Setiap sekolah pasti sudah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya karena ini menyangkut masa depan semua murid kami," katanya.
Ia menambahkan perawatan perangkat komputer, jaringan internet, dan infrastruktur Local Area Network (LAN) di ruang praktik dilakukan secara rutin.
âSejauh ini tidak ada kendala. Kami tetap mempersiapkan semaksimal mungkin,â ujarnya.
Guru sekaligus Operator Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SMA Negeri 1 Ciseeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Gugun Guntoro mengatakan simulasi TKA di sekolahnya hanya melibatkan sebagian siswa karena tujuan utama kegiatan tersebut menguji sistem.
Dari 352 siswa, ia menyebutkan 30 siswa dilibatkan sebagai perwakilan dalam simulasi.
âKetersediaan perangkat sudah aman. Yang masih menjadi variabel adalah pasokan listrik dari PLN dan stabilitas jaringan internet dari provider setempat,â katanya.
- Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hari Pertama Pelaksanaan TKA Jenjang SMP
-
Rekor Baru Messi Antarkan Argentina ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
-
Lalampa, Takjil Favorit Masyarakat Ternate telah Terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Dilindungi
-
Jelang Pertunjukkan Teater musikal Senja Teduh Pelita
-
Erupsi Gunung Sinabung Ganggu Operasional Penerbangan di Soetta-Kualanamu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.