Dukung Keberhasilan Program Irigasi Perpompaan, DPRD Maluku Tekankan Ketersediaan Air
📅 Kamis, 15 Okt 2026, 06:55 WIB | Oleh: SriyonoAMBON - Komisi II DPRD Maluku menekankan pentingnya ketersediaan debit air yang memadai untuk mendukung keberhasilan program Irigasi Perpompaan (Irpom), terutama bagi kelompok tani di daerah rawan kekeringan.
Ketua Komisi II DPRD Maluku Irawadi di Ambon, Rabu (14/10), mengatakan ketersediaan air yang stabil menjadi faktor penting agar bantuan Irpom dapat mendukung pengembangan pertanian di daerah.
"Program Irpom yang merupakan bantuan Kementerian Pertaian ini tergantung ketersediaan debit air yang stabil sehingga pengembangan pertanian oleh setiap kelompok tani berjalan baik," katanya.
Irawadi menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja Komisi II DPRD Maluku bersama Dinas Pertanian Provinsi Maluku, kepala dinas pertanian kabupaten/kota, serta Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas II Mataram.
Ia mengatakan Komisi II akan menjadwalkan peninjauan lapangan untuk melihat kondisi pelaksanaan program dan manfaatnya bagi kelompok tani penerima bantuan.
Kepala Dinas Pertanian Maluku Ilham Tauda mengatakan program Irpom pada 2026 dialokasikan sebanyak 326 unit untuk kabupaten/kota di Maluku.
Dari jumlah tersebut, 324 unit dinyatakan efektif dan berkembang baik, sedangkan dua unit di Kabupaten Maluku Barat Daya tidak memenuhi persyaratan berdasarkan hasil verifikasi penyuluh lapangan.
Menurut dia, pekerjaan pada alokasi tahap pertama telah dilaksanakan untuk 130 unit.
Sementara itu, alokasi tahap kedua hingga kelima masih berada dalam proses pengerjaan, verifikasi, dan pengusulan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buru Sahrul Wahyu mengatakan daerahnya menerima bantuan Irpom pada 34 titik pada 2026.
"Terutama untuk kelompok tani Desa Waekasar lebih dari 100 hektar area sudah ditanami lewat program bantuan irpom dan peminatnya cukup tinggi," ujarnya.
Ia menjelaskan progres fisik dan anggaran program di Kabupaten Buru telah rampung. Namun, beberapa titik belum melaksanakan penanaman oleh kelompok tani akibat cuaca ekstrem dan masih menunggu datangnya musim hujan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!