Trump Ancam Tarif 50 Persen untuk Produk Kanada, PM Carney Siapkan Semua Opsi Balasan

Rabu, 22 Jul 2026, 06:00 WIB

Montreal – Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada Selasa (21/7) menyatakan pemerintahnya sedang mempertimbangkan seluruh opsi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana memberlakukan tarif baru sebesar 50 persen terhadap berbagai produk asal Kanada dalam 30 hari ke depan.

Carney juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Trump telah sepakat untuk mengintensifkan pembahasan dalam beberapa pekan mendatang guna mencari kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang. Namun, ia tidak memberi sinyal akan melakukan perjalanan ke Washington untuk berunding secara langsung.

Ket. Foto: Kolase foto Presiden AS Donald Trump (kiri) di Davos, 22 Januari 2026, dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney (kanan) di Davos, 20 Januari 2026. — Sumber: AFP

"Kami akan mempertimbangkan semua opsi terkait langkah yang akan kami ambil apabila tarif tersebut benar-benar diberlakukan," kata Carney kepada wartawan setelah berbicara melalui telepon dengan Trump.

Tarif baru itu akan berdampak pada berbagai produk ekspor Kanada, mulai dari anggur, stik hoki, hingga semen. Namun, kebijakan tersebut tidak akan berlaku untuk produk energi, potas, serta barang-barang yang sebelumnya sudah dikenai tarif sektoral.

Meski demikian, tarif tersebut juga akan menyasar produk yang diperdagangkan berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA). Perjanjian itu juga akan menjadi bagian dari negosiasi setelah Washington pada 1 Juli menyatakan tidak akan memperpanjang kesepakatan tersebut dalam bentuknya saat ini.

"Tujuan utama kami adalah mencapai kesepakatan yang menyeluruh," ujar Carney.

Sejak kembali menjabat sebagai presiden tahun lalu, Trump telah memberlakukan berbagai tarif terhadap mitra dagang Amerika Serikat. Namun, dalam banyak kasus, kebijakan tersebut masih memberikan pengecualian bagi barang-barang yang masuk berdasarkan ketentuan USMCA.

Di dalam negeri, oposisi Partai Konservatif Kanada mengkritik pemerintahan Carney karena dinilai terlalu fokus pada perundingan perdagangan baru. Mereka mendesak pemerintah agar mempercepat pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam domestik sebagai langkah menghadapi kebijakan perdagangan Trump.

Sementara itu, Utusan Dagang Amerika Serikat Jamieson Greer mengatakan pada Selasa (21/7) bahwa pemerintah AS akan segera mengambil langkah terkait penerapan tarif baru terhadap puluhan negara, seiring berakhirnya masa berlaku tarif sementara yang diberlakukan Trump pekan ini.

Pemerintahan Trump telah menyiapkan tarif baru yang menyasar 60 mitra dagang, dengan alasan negara-negara tersebut dinilai belum mengambil langkah memadai untuk memberantas praktik kerja paksa dalam rantai pasok perdagangan.

"Amerika Serikat memiliki undang-undang yang melarang perdagangan barang yang dihasilkan melalui kerja paksa. Sebagian besar negara lain tidak memiliki aturan seperti itu, dan yang memilikinya pun tidak benar-benar menegakkannya," kata Greer kepada CNBC.

Ia menambahkan bahwa pemerintah AS memperkirakan akan segera mengumumkan langkah lanjutan terkait kebijakan tarif tersebut, meski belum dapat memastikan jadwal pastinya.

  • Kebijakan Tarif AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

Gubernur Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia

Pemkot Kembali Gelar Bandung Great Sale 2026

Bank Mandiri Perkuat Sinergi dengan Garuda Indonesia lewat GATF 2026, Bidik Transaksi Travel Nasabah

Pemkot Bandung Upayakan Akses Air Bersih bagi Warga Cihanja

Bareskrim Polri Ungkap 5 Kasus Perdagangan Orang dengan Modus Pengantin Pesanan

Pemkot Bandung Segera Tanam Kembali Pohon di Jalan RE Martadinata

Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Perkuat Fondasi Finansial dan Jaringan Bisnis

MPR Tegaskan Hari Konstitusi Bukan Sekadar Seremonial

Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Tahura Raden Soerjo, Begini Tata Cara Reschedule Tiket!

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Kabar Gembira! Anggota DPR Desak Pemerintah Realisasikan Sekolah SD-SMP Gratis Sesuai Amanat Putusan MK

Bimo/Arlya Tersingkir di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Fokus dan Mental Jadi Evaluasi Utama

Pullman Jakarta Central Park Gandeng Alethea Sposa Hadirkan Koleksi Mooncake Eksklusif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.