Banjir Rendam Dua Desa di Morowali Utara, BPBD Lakukan Pendataan Cepat

Rabu, 25 Feb 2026, 07:00 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan bahwa dua desa di Kabupaten Morowali Utara, Selasa malam dilanda banjir.

“Tim telah turun melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD Kabupaten Morowali Utara untuk langkah penanganan lebih lanjut,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto dalam keterangan yang diterima di Palu, Selasa.

Ket. Foto: Banjir melanda pemukiman masyarakat di Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Selasa (24/2). — Sumber: Antara Foto

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Petasia, menyebabkan banjir di Desa Korololama dan Desa Korololaki. Luapan sungai merendam sedikitnya empat unit rumah warga, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WITA setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang cukup lama. Laporan resmi diterima pada pukul 22.43 WITA oleh petugas terkait.

Berdasarkan informasi dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sulteng, hujan deras mengakibatkan sungai di Desa Korololama meluap. Air kemudian masuk ke pemukiman warga dan menggenangi sejumlah rumah, termasuk area yang sedang dalam proses pembangunan perumahan.

Di Desa Korololama, tercatat dua kepala keluarga terdampak dengan dua unit rumah terendam. Sementara di Desa Korololaki, satu kepala keluarga terdampak dengan dua unit rumah yang juga terendam banjir. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

Ia menambahkan kebutuhan mendesak masih dalam tahap pendataan. Hingga laporan terakhir, kondisi air di dua desa tersebut telah surut dan situasi dinyatakan terkendali. Meski begitu, warga diminta tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Kecamatan Petasia yang berada di wilayah Morowali Utara termasuk kawasan yang beberapa kali mengalami banjir dalam enam bulan terakhir. Data BPBD setempat mencatat sejak September 2025 hingga Februari 2026, sedikitnya tiga kejadian banjir tercatat terjadi di Kecamatan Petasia, termasuk di Desa Korololama dan sekitarnya.

Pada akhir Oktober 2025, banjir juga sempat merendam sejumlah rumah warga di Desa Korololama akibat hujan deras yang menyebabkan sungai meluap. Saat itu, beberapa kepala keluarga terdampak dan sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman.

Kejadian serupa kembali terjadi pada Desember 2025, ketika intensitas hujan tinggi selama beberapa hari memicu genangan air di beberapa titik pemukiman Kecamatan Petasia. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian materiil dan mengganggu aktivitas warga.

Pada awal Februari 2026, banjir kembali dilaporkan terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Petasia, termasuk wilayah yang berada di bantaran sungai. Pola kejadian yang berulang ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki kerentanan terhadap curah hujan tinggi, terutama di kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai dan area dataran rendah.

Menurut keterangan BPBD, faktor utama pemicu banjir dalam beberapa kejadian terakhir adalah tingginya intensitas hujan dalam waktu relatif singkat yang menyebabkan kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air. Selain itu, adanya pembangunan pemukiman di sekitar daerah aliran sungai.

  • Morowali Utara

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.