Gibran Terbang ke Batang, Pastikan Korban Keracunan MBG Ditangani dengan Baik

Senin, 28 Sep 2026, 13:35 WIB

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming untuk memastikan penanganan korban dugaan keracunan makanan di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berjalan optimal, Senin (28/9).

"Hari ini saya langsung datang untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat," ujar Wapres dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin.

Ket. Foto: Wapres Gibran Rakabuming Raka jelang bertolak ke Batang, Jawa Tengah, dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (28/9/2028) — Sumber: BPMI Setwapres

Dalam kunjungan tersebut, Gibran menekankan pentingnya penanganan kesehatan korban, kepastian bagi keluarga, percepatan investigasi, serta penguatan pengawasan keamanan pangan.

Secara khusus, Ia menyatakan bahwa penanganan kesehatan korban menjadi prioritas utama. Seluruh pasien yang masih menjalani perawatan harus mendapatkan pelayanan hingga pulih.

Sementara itu, korban yang telah diperbolehkan pulang tetapi kembali mengalami keluhan harus tetap memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan.

Selain memastikan pelayanan kesehatan, pemerintah juga menjamin seluruh biaya pengobatan korban tidak membebani keluarga.

Untuk itu, mekanisme pembiayaan perlu dipastikan berjalan dengan baik di seluruh fasilitas kesehatan yang menangani korban.

Terkait penyebab dugaan keracunan, Wapres menyampaikan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung.

Gibran meminta investigasi segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama.

"Penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan, tapi investigasi harus segera dituntaskan dan penyampaian hasil investigasi harus secara transparan, sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama," kata Wapres.

Selain investigasi, Wapres juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, khususnya terkait pengawasan keamanan pangan.

Evaluasi tersebut mencakup pemenuhan standar higiene, waktu pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan langsung di lapangan.

"Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, standar keamanan pangan harus dipastikan, dan setiap temuan harus segera diperbaiki. Kita ingin program prioritas Presiden ini memberikan manfaat sebesar-besarnya dengan keamanan dan kualitas makanan sebagai prioritas," jelas Wapres.

Wapres berharap hasil investigasi dan evaluasi tersebut dapat menjadi dasar perbaikan serta penguatan pengawasan keamanan pangan.

Dengan demikian, pelaksanaan program prioritas Presiden dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dengan tetap mengutamakan keamanan dan kualitas makanan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.