- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump dan Xi Sepakat Redak...
Trump dan Xi Sepakat Redakan Perang Tarif, Ribuan Produk AS-Tiongkok Bisa Kena Tarif Lebih Rendah
Senin, 28 Sep 2026, 12:37 WIBSan Francisco - Gedung Putih pada Minggu (27/9) merilis daftar produk yang berpotensi mendapatkan tarif lebih rendah berdasarkan kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok yang mencakup nilai perdagangan sekitar 30 miliar dolar AS untuk masing-masing arah.
Namun, Gedung Putih belum menjelaskan secara rinci besaran tarif yang akan diberlakukan maupun jadwal penerapan penurunan tarif tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menggelar pertemuan tingkat tinggi pada Jumat. Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan dalam hubungan bilateral kedua negara, termasuk perdagangan dan pengaturan tarif terhadap berbagai produk.
Berdasarkan ketentuan yang dirilis Gedung Putih, Amerika Serikat dan Tiongkok akan meninjau daftar produk tersebut "dengan tujuan memberikan perlakuan tarif yang lebih rendah kepada barang-barang tersebut secara timbal balik."
Dalam daftar Amerika Serikat, terdapat 77 kategori barang asal Tiongkok yang berpotensi memperoleh tarif lebih rendah. Produk tersebut mencakup kembang api, ornamen Natal, berbagai barang kebutuhan rumah tangga, serta peralatan olahraga.
Sementara itu, daftar produk yang akan diimpor Tiongkok dari Amerika Serikat mencakup lebih dari 1.600 kategori barang. Komoditas tersebut antara lain daging sapi, daging babi, unggas, hasil laut, biji-bijian, produk susu, wiski, batu bara, dan kayu.
Gedung Putih pada Jumat sebelumnya mengumumkan kesepakatan mengenai "rekomendasi" untuk memberikan perlakuan tarif yang lebih menguntungkan terhadap barang-barang yang dikategorikan sebagai "non-sensitif". Pengumuman tersebut disampaikan setelah kunjungan Xi ke Washington.
Pemerintah Tiongkok kemudian mengonfirmasi kesepakatan tersebut pada Sabtu.
Selain pengaturan tarif, Tiongkok juga menyepakati pembelian sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara dari Amerika Serikat pada 2027 dan 2028, menurut keterangan Gedung Putih.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara mempertahankan stabilitas hubungan perdagangan setelah sebelumnya terjadi ketegangan tarif yang cukup tinggi.
Xi dan Trump sebelumnya mencapai kesepakatan gencatan perdagangan dalam pertemuan di Korea Selatan pada tahun lalu. Kesepakatan itu dicapai setelah perselisihan dagang timbal balik menyebabkan tarif antara kedua negara sempat melonjak hingga lebih dari 100 persen.
Gencatan perdagangan tersebut semula dijadwalkan berakhir pada November. Namun, kedua negara kemudian sepakat memperpanjang masa berlaku kesepakatan hingga 10 Januari, menurut Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent.
Langkah peninjauan daftar produk dan kemungkinan penurunan tarif tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari proses implementasi kesepakatan perdagangan antara Washington dan Beijing.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Polisi Buru Komplotan Pemalak Sopir di Cilincing Jakut
-
Syarat Dagang Trump Dinilai Tak Adil, Kanada Pilih Hentikan Perundingan
-
Nepal Tetapkan Hari Berkabung untuk 1.380 Orang yang Tewas Akibat Banjir Bandang
-
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen
-
Pemkot Administrasi Jakarta Selatan Bidik Generasi Muda Karang Taruna Jadi Mitra Strategis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.