- Home
-
- Megapolitan
-
- Viral SDN Kebayoran Lama R...
Viral SDN Kebayoran Lama Roboh 2 Tahun Tak Diperbaiki, Pramono Janji Segera Tangani
Selasa, 21 Jul 2026, 13:05 WIBJakarta â Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan segera menangani kerusakan bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, yang telah roboh sejak 2024 setelah kondisinya menjadi sorotan di media sosial.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku baru mengetahui kondisi sekolah tersebut setelah viral dan memastikan penanganan akan segera dilakukan.
"Tentunya segera kami tangani. Terus terang saya baru tahu ketika ini viral. Jakarta begitu luas, sehingga kalau ada persoalan yang viral pasti saya beri perhatian khusus agar segera diselesaikan. Jadi, untuk SD negeri di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan," kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7).
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang berada di Jalan K.H. Ismail mengalami kerusakan parah setelah empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) roboh sejak 2024.
Berdasarkan pantauan di lokasi, gerbang sekolah dalam kondisi terkunci dan hanya dapat dibuka oleh petugas keamanan. Aktivitas belajar mengajar tidak terlihat di area sekolah yang berada di tengah permukiman warga tersebut.
Di bagian bangunan yang roboh tampak atap genteng dan tiang penyangga runtuh menimpa berbagai fasilitas sekolah, seperti lemari, meja, dan bangku. Kondisi ruang kelas dinilai sudah tidak layak digunakan karena dipenuhi puing-puing bangunan yang berpotensi membahayakan.
Selain itu, sejumlah atribut sekolah, seperti buku dan topi siswa, masih terlihat berserakan di area bangunan yang rusak.
Berulang Melapor
Salah seorang orang tua siswa, Evi Afrida, mengatakan bangunan sekolah roboh saat libur Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 27 November 2024.
"Awalnya kejadiannya pas libur Pilkada. Jadi tidak ada yang tahu, penjaga sekolah juga tidak ada. Warga sekitar yang pertama mengetahui sekitar pukul 06.30 WIB. Tidak ada angin, tidak ada hujan saat itu, tiba-tiba bangunan roboh," ujarnya.
Ia menuturkan hujan deras sempat mengguyur kawasan tersebut pada sore hari sebelumnya hingga bangunan sekolah perlahan mengalami kerusakan dan akhirnya ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena terjadi saat sekolah libur.
Meski demikian, para orang tua mengaku khawatir kondisi bangunan yang belum diperbaiki selama dua tahun dapat membahayakan lingkungan sekitar.
Menurut Evi, pihak sekolah telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai proses perbaikan.
"Dari sekolah sebenarnya sudah menindaklanjuti dan melapor ke dinas. Tetapi sampai sekarang belum ada kepastian tindak lanjut," katanya.
Ia berharap Pemprov DKI Jakarta segera membangun kembali sekolah tersebut agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung normal dan para siswa kembali memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.
Evi juga mengungkapkan dampak kerusakan sekolah turut memengaruhi aktivitas mengaji para siswa. Sejak ruang belajar tidak dapat digunakan dan jadwal sekolah berubah menjadi siang hari, banyak anak yang tidak lagi mengikuti kegiatan mengaji seperti sebelumnya.
"Karena sekarang masuk sekolah siang, anak-anak yang tadinya mengaji jadi sudah jarang. Sudah dua tahun mereka tidak mengaji lagi," ujarnya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.