Paus Leo XIV Desak Eropa Bersatu

Selasa, 29 Sep 2026, 02:22 WIB

METZ - Paus Leo XIV pada Senin (28/9) memperingatkan bahwa hubungan antarnegara dan individu semakin “tidak beradab”, seraya mendesak Eropa membantu “memutus siklus ini” melalui penghormatan, dialog, dan persatuan.

Berbicara di Metz, kota di timur laut Prancis dekat perbatasan Jerman, pada hari terakhir kunjungan empat harinya ke Prancis, Paus Leo juga menyerukan keberanian dalam bernegosiasi dan kesediaan berkompromi untuk mengakhiri perang di Eropa.

Ket. Foto: Paus Leo XIV (tengah), Presiden Konferensi Waligereja Prancis Kardinal Jean-Marc Aveline (kanan), dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) berdiri di atas panggung dalam pertemuan bertajuk “Di Akar Eropa: Demi Perdamaian dan Persatuan” di Pusat Konferensi Robert Schuman di Metz, Prancis timur laut, pada Senin (28/9). — Sumber: AFP/POOL/Benoit Tessier

“Hubungan antara individu dan negara menjadi semakin tidak beradab. Nilai menjaga kata-kata seseorang diabaikan. Sebaliknya, orang-orang membanggakan kebohongan dan penipuan,” kata pemimpin 1,4 miliar umat Katolik dunia itu dalam pidatonya yang dihadiri Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Eropa dapat membantu memutus siklus ini melalui rasa hormat terhadap orang lain yang telah mereka pelajari untuk dipupuk dan dilestarikan,” kata Leo.

Paus Leo mengatakan perang telah kembali ke Eropa dan menyebutnya sebagai “pembantaian yang tidak masuk akal” yang setiap hari merenggut nyawa warga sipil.

“Kita perlu berkomitmen pada dialog yang sabar, menunjukkan keberanian dalam negosiasi dan bersedia melepaskan beberapa posisi demi kebaikan perdamaian,” tambahnya.

Leo selama ini memandang Eropa sebagai penyeimbang terhadap kekuatan-kekuatan besar dunia. Ia juga menyerukan agar Uni Eropa (UE) mengatasi berbagai ketegangan dan menemukan kembali persatuan untuk mendorong perdamaian di Ukraina dan wilayah lainnya.

Dalam pidatonya, Leo menekankan pentingnya persatuan di tengah menguatnya gerakan nasionalis di sejumlah negara Eropa. Ia mengatakan Eropa sedang memasuki tahap baru dengan kedatangan orang-orang yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan.

“Kita harus menangkap signifikansi historis dari apa yang sedang terjadi, yaitu pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara masyarakat dan budaya, yang memanggil kita untuk menemukan kembali akar kita dengan cara-cara baru dan kreatif, sementara pada saat yang sama mendengarkan dengan cermat orang lain,” katanya.

Leo menyampaikan pesannya di Metz, kota yang memiliki hubungan erat dengan Robert Schuman, salah satu tokoh yang dianggap sebagai bapak pendiri UE dan dimakamkan di luar kota tersebut.

Metz juga beberapa kali berpindah kekuasaan antara Prancis dan Jerman dalam berbagai konflik pada masa lalu. Karena itu, kunjungan Leo ke kota tersebut menjadi bagian penting dari pesannya mengenai perdamaian, persatuan, dan masa depan Eropa.

Antusiasme di Metz

Sebelum tiba di Metz, Leo menghabiskan tiga hari di Paris dan Lourdes yang diwarnai antusiasme masyarakat. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan resmi kepausan pertama ke Prancis dalam hampir dua dekade.

Di Metz, yang berpenduduk sekitar 120.000 jiwa, kedatangan Paus memicu antusiasme masyarakat. Hotel-hotel dilaporkan penuh dipesan, sementara restoran mencatat lonjakan reservasi.

Uskup Agung Metz Philippe Ballot mengatakan kunjungan tersebut memiliki makna simbolis yang kuat. Ia menekankan bahwa kota itu dibentuk oleh “tiga perang, termasuk dua perang dunia”.

Menurut Vatikan, lebih dari 1,3 juta orang datang untuk melihat Paus Leo XIV selama rangkaian kunjungannya di Paris dan Lourdes pada Jumat hingga Minggu.

Kunjungan empat hari tersebut menjadi perjalanan penting Leo di Prancis, dengan agenda yang mencakup isu perdamaian, persatuan Eropa, dialog antarbudaya, serta peran agama dalam menghadapi berbagai tantangan masyarakat modern. SB/AFP/and

  • Paus Leo XIV
  • emmanuel macron
  • pope leo xiv

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.