Suka Main Padel? Simak Tips Biar Tetap Aman dan Bebas Cedera
Selasa, 21 Jul 2026, 09:50 WIBJAKARTA â Olahraga padel kini sedang naik daun dan makin mudah ditemui di berbagai kota. Lapangan baru terus bermunculan, sementara komunitas pemainnya juga berkembang pesat, mulai dari anak muda hingga kalangan profesional.
Perpaduan antara tenis dan squash membuat padel terasa seru, mudah dipelajari, sekaligus cocok dimainkan bersama teman.
Tak heran, olahraga ini kini bukan sekadar tren gaya hidup, tetapi juga menjadi aktivitas favorit untuk berolahraga sambil bersosialisasi.
Meski terlihat seru dan menyenangkan, padel tetap punya risiko cedera jika dimainkan tanpa persiapan yang baik.
Gerakan yang banyak melibatkan lari cepat, perubahan arah secara mendadak, hingga ayunan raket berulang bisa memicu cedera pada pergelangan kaki, lutut, bahu, atau siku.
Karena itu, dokter spesialis kedokteran olahraga membagikan kiat untuk mencegah dan mengurangi risiko cedera saat bermain padel.
Dalam keterangan persnya pada Senin (20/7), dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO dari Seraphim Medical Center menyampaikan pentingnya mengevaluasi kondisi fisik sebelum berolahraga padel.
"Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali," katanya.
"Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera," ia menambahkan.
Ia mengatakan bahwa evaluasi kondisi fisik sebaiknya dilakukan sebelum berlatih maupun bertanding.ââââââââââââââ
Menurut dia, penilaian kondisi fisik penting untuk membantu menentukan program latihan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing individu.
Dia juga mengingatkan pemain padel agar tidak hanya mengejar intensitas latihan.
Menurut dia, performa olahraga sebaiknya dibangun melalui program yang terukur dan latihan yang sesuai dengan kondisi fisik guna menekan risiko cedera.
Dokter Nahum menyampaikan perlunya penerapan strategi pemulihan untuk menyiapkan tubuh menghadapi latihan maupun pertandingan berikutnya sekaligus mendukung peningkatan performa.
Penilaian kondisi fisik secara berkala diperlukan untuk memastikan program latihan dan pemulihan berjalan sesuai kondisi atlet, sehingga risiko cedera dapat diminimalkan.
Pemain yang mengalami cedera disarankan menjalani proses untuk kembali berolahraga secara bertahap.
Dokter Nahum menyampaikan pentingnya memastikan kekuatan, fungsi gerak, dan kontrol tubuh sudah pulih sebelum kembali berolahraga.
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi subspesialis cedera olahraga dr. Herryanto Agustriadi Simanjuntak, M.H.Kes., Sp.OT, Subsp. CO dari Bethsaida Hospital Gading Serpong âââââââmengatakan cedera olahraga perlu didiagnosis dan ditangani sesuai tingkat keparahannya.
"Sebagian dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi," katanya.
"Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang mengalami kerusakan dan mengembalikan fungsi gerak pasien," ia menambahkan.
Menurut dia, penanganan yang tepat sejak awal hingga proses rehabilitasi penting untuk membantu pemain kembali bisa berolahraga secara aman serta mengurangi risiko cedera berulang.
- Padel
- cidera
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pedagang Pasar Pramuka Protes Penutupan Sementara Kios oleh Pasar Jaya
-
Operasi Katarak Gratis di Kapuas Hulu Kembalikan Harapan Melalui Penglihatan
-
KKP Bawa Indonesia Jadi Negara Pertama dengan Sistem Ketertelusuran Berstandar Global
-
Teknologi Mesin Fleksibel Memungkinkan Jaringan Listrik PLTS dan PLTB Stabil
-
Polrestro Jakbar Gencar Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Pemudik
-
Setiap Hari, Disnaker Tangerang Tawarkan Info Loker Terbaru Lewat Medsos
-
1.200 Sekolah Cianjur Segera Diperbaiki
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.