Selamat Datang Musim Panas! Tokyo Langsung Disambut Cuaca 35 Derajat

Selasa, 21 Jul 2026, 09:35 WIB

TOKYO – Tokyo benar-benar mulai dipanggang musim panas. Setelah resmi memasuki musim panas, suhu tinggi diperkirakan bertahan dalam beberapa waktu ke depan.

Kondisi ini bukan sekadar membuat aktivitas luar ruangan terasa lebih melelahkan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem, seperti heatstroke.

Ket. Foto: Ilustrasi - Warga Jepang menggunakan payung saat musim panas di Jepang. — Sumber: ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu

Fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa gelombang panas kini bukan lagi kejadian sesaat, melainkan tantangan yang semakin sering dihadapi kota-kota besar akibat perubahan iklim, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah menjadi semakin penting.

Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/ JMA) menyatakan, Senin (21/7) bahwa musim hujan diprediksi telah berakhir di sejumlah wilayah di negara tersebut, termasuk Tokyo dan Nagoya.

Tokyo bahkan mengalami hari yang “sangat panas” untuk pertama kalinya pada 2026, seiring suhu yang menyentuh angka 35 derajat Celsius.

Sebagian besar wilayah di Jepang menetapkan peringatan waspada sengatan panas (heatstroke) pada Senin, yang merupakan hari libur nasional untuk memperingati Hari Laut (Umi no hi) yang dirayakan setiap Senin di minggu ketiga Bulan Juli.

Menurut JMA, suhu telah mencapai 35 derajat Celsius atau bahkan lebih tinggi dari angka tersebut di 250 lokasi dari total 914 titik pengamatan di seluruh negeri hingga Senin pukul 18.00 waktu setempat.

Rekor suhu terpanas mencapai 39,4 derajat Celsius di Koshu, Prefektur Yamanashi, yang berada di sebelah barat Tokyo.

Sementara itu, pusat kota Tokyo mencatatkan suhu 36,1 derajat Celsius.

Akhir musim hujan di Jepang datang sekitar 22 hari lebih lambat pada tahun ini dibandingkan tahun lalu untuk wilayah Kanto-Koshin yang mencakup Tokyo, serta 23 hari lebih lambat di wilayah Tokai yang berpusat di Nagoya, Prefektur Aichi.

Musim hujan juga dinyatakan telah berakhir di wilayah Kyushu yang terletak di barat daya Jepang, pada 13 Juli lalu.

JMA memperkirakan cuaca dengan suhu tinggi tersebut masih akan berlanjut pada Selasa (21/7).

Berakhirnya musim hujan di Tokyo dan sejumlah wilayah Jepang menandai dimulainya periode yang diperkirakan akan diwarnai suhu tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perubahan pola cuaca semakin nyata, sehingga adaptasi terhadap gelombang panas perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, kesiapan pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan serta mengurangi risiko akibat suhu tinggi akan menjadi faktor penting dalam menghadapi musim panas tahun ini.

  • musim panas jepang

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.