Menekan Kasus HIV/AIDS dengan Skrining dan KIE

Selasa, 21 Jul 2026, 23:37 WIB

Pamekasan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, berupaya menekan penyebaran kasus HIV/AIDS dengan melakukan skrining kesehatan secara rutin dan meningkatkan pengetahuan warga melalui program KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi).

"Upaya ini penting dilakukan, karena berdasarkan pendataan yang kami lakukan, puluhan orang di Pamekasan ini positif menderita HIV/AIDS," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan Saifudin, di Pamekasan, Selasa.

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Saifudin. — Sumber: Antara

Menurut dia, sebanyak 43 warga Pamekasan kini positif terpapar HIV/AIDS, sesuai data laporan dari masing-masing puskesmas yang ada di Pamekasan sejak Januari hingga Juni 2026.

Dari jumlah itu, sebanyak 31 orang telah dilakukan pengobatan Antiretroviral (ARV), sedangkan 12 lainnya tidak.

"Yang 12 orang ini tidak mendapatkan pengobatan, karena yang bersangkutan memang tidak bersedia. Sebab, pengobatan ARV ini kan tidak ada paksaan," katanya.

Menurut Saifudin, seseorang bisa terpapar HIV/AIDS karena beberapa faktor, di antaranya hubungan seksual secara bebas, penyalahgunaan narkoba khususnya pada jarum suntik yang bergantian.

Selain itu, hubungan sesama jenis juga bisa menjadi penyebab timbulnya jenis penyakit tersebut.

Bahkan, menurut dia, kasus terbanyak di Kabupaten Pamekasan terjadi pada laki-laki dengan rentang usia antara 25 hingga 40 tahun.

"Oleh karena itu, upaya untuk menekan penyebaran jenis penyakit ini melalui skrining penguatan program KIE terus kami gencarkan," katanya.

  • HIV/AIDS

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.