Ketua Federasi Sepak Bola Jerman Sebut Surat Infantino Hanya Manuver untuk Kembali Terpilih

Rabu, 23 Sep 2026, 00:04 WIB

BERLIN – Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Bernd Neuendorf menilai surat Presiden FIFA Gianni Infantino kepada 211 anggota FIFA merupakan manuver untuk mengamankan peluangnya kembali terpilih sebagai presiden tahun depan.

Dalam surat yang dikirim pada hari Selasa (22/9), Infantino menawarkan pembahasan mengenai reformasi di tubuh FIFA di tengah krisis yang muncul setelah rencana kontroversialnya untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta gagal direalisasikan.

Ket. Foto: Gianni Infantino berbicara dalam Kongres FIFA. — Sumber: FIFA

Infantino mengusulkan adanya peninjauan independen terhadap proses pengambilan keputusan FIFA. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi upaya untuk memulihkan dukungan setelah rencana investasi swasta yang kontroversial itu akhirnya ditarik.

Dalam surat tersebut, Infantino juga menggunakan nada yang lebih terbuka. Ia mengatakan akan mengusulkan konsultasi dengan konfederasi-konfederasi kontinental, asosiasi anggota FIFA, serta para pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat proses pengambilan keputusan organisasi.

Namun, Neuendorf menilai langkah tersebut tidak lebih dari strategi politik untuk mempertahankan kekuasaan. "Saya memandang surat Gianni Infantino sebagai manuver yang transparan untuk mengamankan pemilihannya kembali tahun depan," kata Neuendorf, Selasa (22/9).

Infantino sebelumnya mendapat tekanan keras setelah mengusulkan penjualan 20 persen saham hak komersial FIFA, termasuk hak atas Piala Dunia, kepada investor swasta.

Rencana tersebut akhirnya dibatalkan pada Juli setelah mendapat penolakan keras dan ancaman boikot. UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), serta CONCACAF kemudian menyerukan perubahan dalam kepemimpinan FIFA.

Ketiga konfederasi tersebut menyatakan tidak pernah diajak berkonsultasi mengenai rencana investasi itu. Mereka menilai Infantino mengambil keputusan secara sepihak tanpa melibatkan konfederasi-konfederasi kontinental.

UEFA bahkan menyatakan perubahan kepemimpinan FIFA kini diperlukan setelah badan sepak bola Eropa itu mengaku telah kehilangan kepercayaan terhadap presiden FIFA saat ini.

Neuendorf, yang juga merupakan anggota Dewan FIFA—badan pengambil keputusan utama organisasi tersebut—menilai reformasi memang diperlukan. Namun, ia mempertanyakan posisi Infantino sebagai sosok yang memimpin proses perubahan tersebut.

"Pada dasarnya, FIFA sekarang tampaknya telah menyadari bahwa perubahan memang sangat penting," ujar Neuendorf.

"Namun, Gianni Infantino jelas bukan orang yang tepat untuk memimpin proses reformasi. Dia telah menyia-nyiakan seluruh kredibilitasnya."

Dalam suratnya, Infantino juga berusaha memberikan jaminan kepada seluruh anggota FIFA. Ia menyatakan posisi masing-masing asosiasi anggota terkait berbagai proposal maupun persoalan tata kelola tidak akan memengaruhi perlakuan FIFA terhadap mereka.

Program pengembangan dan solidaritas FIFA, lanjut Infantino, akan tetap berjalan berdasarkan aturan yang berlaku.

Infantino, warga negara Swiss, dijadwalkan menghadapi pemilihan presiden FIFA pada Maret tahun depan. Hingga kini, para penentangnya masih kesulitan menemukan kandidat yang siap menantangnya.

Sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan internal mengatakan kepada Reuters bulan ini bahwa Infantino masih memiliki dukungan suara yang cukup untuk memenangkan pemilihan. Kondisi tersebut membuat kelompok yang menentangnya lebih memusatkan perhatian pada upaya membatasi kewenangan presiden FIFA.

Persoalan tata kelola dan konsentrasi kekuasaan pun diperkirakan akan menjadi isu penting menjelang kongres pemilihan FIFA tahun depan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.