- Home
-
- Luar Negeri
-
- Harga Minyak Mentah Melonj...
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Serangan Iran dan Insiden Pelayaran di Selat Hormuz
Senin, 20 Jul 2026, 08:57 WIBHONG KONG - Harga minyak melonjak pada perdagangan awal Asia Senin (20/7) setelah Amerika Serikat menyerang Iran untuk malam kesembilan berturut-turut dan sebuah kapal terbakar di Selat Hormuz.
Peningkatan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran bahwa pertempuran yang kembali terjadi di Timur Tengah dapat mengganggu pengiriman minyak melalui selat tersebut, yang merupakan koridor utama untuk energi global.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 2,72 persen menjadi $90,50 per barel sekitar pukul 01.00 GMT. Harga sempat melampaui $91, harga tertinggi sejak Juni.
Harga patokan AS, West Texas Intermediate, naik 2,39 persen menjadi $84,46.
Badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, mengatakan sebuah kapal terbakar di selat Hormuz pada hari Senin, di perairan sekitar 15 kilometer barat laut Oman.
Tidak disebutkan penyebab kebakaran tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Minggu malam bahwa Amerika Serikat menyerang Iran "dengan sangat keras" sebagai balasan atas kematian tentara Amerika baru-baru ini di Timur Tengah.
Secara terpisah, militer Kuwait mengatakan pada hari Senin bahwa mereka menanggapi serangan pesawat tak berawak Iran yang menargetkan wilayahnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Aturan Kawasan Tanpa Rokok Resmi Diterapkan di Sejumlah Museum dan Candi di Bawah MCB
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan karena Ketegangan AS-Iran Mengguncang Harapan Perdamaian
-
Project 6 KOHLER Tampilkan Sinergi Desainer dan Kreator di IndoBuildTech Expo Part 1 2026
-
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 5%, Optimisme Meningkat atas Kesepakatan AS-Iran.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.