BPBD Parigi Moutong Memprioritaskan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Parimo
Senin, 20 Jul 2026, 22:47 WIBPalu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) memprioritaskan distribusi air bersih kepada warga terdampak banjir di Desa Laemanta, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Jaringan air bersih rusak akibat dihantam banjir, sehingga warga mengalami kesulitan air bersih," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Senin.
Ia menjelaskan dari peristiwa bencana hidrometeorologi pada Jumat (17/7) itu, sekitar 70 kepala keluarga (KK) mengalami gangguan pasokan air bersih, sehingga pemerintah setempat, pemerintah desa maupun relawan melakukan langkah-langkah percepatan.
Distribusi air bersih terus dilakukan hingga jaringan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) kembali berfungsi secara normal.
"Air bersih salah satu kebutuhan dasar masyarakat, maka kami secara konsisten memberikan pelayanan tersebut," ujarnya.
Selain itu, kata dia, Pemkab Parigi Moutong juga melakukan normalisasi sungai di Desa Laemanta, Kecamatan Kasimbar menggunakan alat berat, karena dasar sungai telah di penuhi sedimentasi. Langkah itu bagian dari upaya penanggulangan bencana, bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Balai Wilayah Sungai.
"Langkah ini bertujuan mengembalikan kapasitas aliran sungai, mengurangi potensi luapan air saat hujan, maupun meminimalisasi risiko banjir susulan yang dapat mengancam permukiman warga," tutur Rivai.
Ia juga meminta masyarakat manfaatkan kanal resmi BPBD untuk melaporkan kejadian bencana melalui Call Center BPBD di nomor 117, pesan WhatsApp 0811 4180 117, atau melalui aplikasi SIBIMO yang tersedia di Play Store gadget.
"Parigi Moutong salah satu daerah di Sulteng rawan bencana hidrometeorologi di pengaruhi letak geografisnya, maka mitigasi mandiri sangat penting guna meminimalisir ancaman dampak banjir maupun tanah longsor," ucapnya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Banjir Menggenangi 11 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan
-
Khawatir Harga Naik
-
Bangun Kepercayaan, Menkeu Buka Kartu Kondisi Ekonomi RI di Depan Lembaga Pemeringkat Global
-
Israel Klaim Industri Nuklir Iran Hancur: Tak Ada Lagi Produksi Rudal Balistik dalam 20 Hari
-
Dunia Serbu Semarang, 15 Negara Siap Guncang Semarang Night Carnival 2026
-
BTS Meriahkan Final Piala Dunia 2026 dengan Lagu "Dynamite"
-
PBB Desak Perusahaan AI Transparan atas Jejak Lingkungannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.