• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Anak di Bawah 16 Tahun Bel...

Anak di Bawah 16 Tahun Belum Siap Memiliki Akun Media Sosial

Senin, 20 Jul 2026, 23:23 WIB

Jakarta - Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog menilai anak di bawah usia 16 tahun belum memiliki kesiapan psikologis untuk memiliki akun media sosial sehingga masih memerlukan perlindungan dan pendampingan dari orang tua, lingkungan, maupun pemerintah.

"Anak ini punya kemampuan yang terbatas. Oleh karena itu, pada saat-saat anak tidak mampu melindungi dirinya sendiri, dia butuh perlindungan dari lingkungan, termasuk orang tua," kata Romy saat dihubungi ANTARA pada Senin.

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Antara

Ia menjelaskan kemampuan anak berkembang secara bertahap. Anak usia 0 hingga 6 tahun belum mampu menyaring stimulasi dan mengelola emosi. Memasuki usia 7 hingga 12 tahun, anak mulai aktif menggunakan internet, tetapi belum mampu menilai risiko maupun berpikir kritis. Sementara pada usia 13 hingga 15 tahun, emosi anak berkembang lebih kuat, namun kemampuan mengendalikan diri belum matang.

Menurut Romy, keterbatasan tersebut membuat anak lebih rentan terhadap berbagai risiko di ruang digital, mulai dari paparan konten yang tidak sesuai hingga kejahatan siber yang menyasar anak.

Karena itu, ia menilai penerapan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) menjadi salah satu upaya negara untuk melindungi anak yang belum memiliki kemampuan menjaga dirinya di ruang digital.

"Maka pemerintah hadir, PP TUNAS membantu untuk kemudian memblokir dulu. Namun orang tua dan orang-orang di sekitar anak harus memberikan stimulasi agar anak nantinya dapat dengan sendirinya melindungi dirinya, dengan cara memiliki kemampuan untuk bijak di dunia digital," ujarnya.

Ia mengatakan pendampingan orang tua tetap menjadi faktor utama dalam membentuk kemampuan anak menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab. Orang tua perlu membantu anak membangun kemampuan mengendalikan diri, memahami nilai moral, serta mengetahui kapan harus berhenti menggunakan gawai.

"Berikan stimulasi moral, berikan kemampuan dia untuk kemudian meregulasi dirinya. Tidak sewaktu-waktu semaunya menggunakan gawai. Ada batasannya. Tahu kapan dia harus stop," katanya.

Romy juga mengingatkan orang tua agar tidak meminjamkan akun media sosial miliknya kepada anak. Menurut dia, tindakan tersebut justru dapat melemahkan tujuan PP TUNAS yang dirancang untuk membatasi akses anak terhadap media sosial hingga mereka memiliki kesiapan yang memadai.

"Orang tua tidak boleh meminjamkan akunnya kepada anak. Karena kalau tidak, apa yang dilakukan pemerintah tidak ada gunanya. Anak tidak punya akun, tetapi dia mengakses menggunakan akun orang tua atau orang-orang di sekitarnya," ujar Romy.

  • media sosial

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Cegah Karhutla Makin Meluas, Tahura Dishut Kalsel Bentuk 18 Masyarakat Peduli Api

Cegah Karhutla Makin Meluas, Balikpapan Resmi Larang Warga Bakar Sampah

Api dan Asap Karhutla Mengancam Kaltara, Puluhan Personel Polda Diterjunkan

Karhutla Kalbar Makin Membara, TNI AU Kerahkan Pesawat CASA untuk Modifikasi Cuaca

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, 12.880 Personel Turun Tangan

Ancaman Karhutla Makin Serius, Tujuh Kabupaten/Kota di Kalsel Masuk Status Siaga Darurat

Cegah Dampak Karhutla Makin Parah, Anggota DPR RI Serukan Penguatan Mitigasi Kebakaran

Bikin Cemas! Kabut Asap Pekat Ganggu Penerbangan, Pesawat ke Bandara Muara Teweh Kembali Dibatalkan

Publik Dibuat Heboh, Artis Ruben Onsu Jadi Tersangka Penggelapan Investasi Rp3,5 Miliar

Pertunjukan Seni kolosal "Hikayat Srikandi Nusantara" dalam Pagelaran Sabang Merauke

Menggunakan Rorak untuk Mengurangi Risiko Banjir

Mewaspadai Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Malut

Mematangkan Persiapan Festival Budaya Irau Malinau 2026

Prestasi Agen BRI Life Bersinar di TADEA 2026, Raih Enam Penghargaan

FIBA 3x3 Beijing Challenger 2026 Manghadirkan Tim Unggulan Dunia

Desound Showroom Melawai Hadirkan Pengalaman Audio dalam Konsep Lima Lantai

Akses Patimban Dipercepat, GT Cipeundeuy Jadi Andalan Baru Distribusi Logistik

Restrukturisasi PT PP Disiapkan, Babak Baru Konsolidasi BUMN Dimulai

Dari Semangka Berpaling ke Cabai, Petani Tanah Bumbu Cari Harga yang Lebih Bersahabat

Kemnaker Perkuat Pemandu Gunung NTB, Pariwisata Bersiap Tancap Gas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.