Manggala Agni Riau Nginap di Rumah Warga Percepat Pemadaman Karhutla
Minggu, 19 Jul 2026, 16:53 WIBPEKANBARU -- Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di Provinsi Riau menginap di pondok rumah warga untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 80 hektare di Kabupaten Bengkalis.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan karhutla tersebut terjadi di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Di lokasi tersebut pemadaman saat ini ditangani tujuh tim regu Manggala Agni dari Daerah Operasi Siak, Dumai, dan Pekanbaru.
"Posisi menginap bergeser ke pondok-pondok rumah warga terdekat dari lokasi, sehingga pergerakan pagi akan lebih cepat. Prinsip kerja kami, bergerak sepagi mungkin karena kendala salah satunya mobilisasi memakan waktu lama," katanya dalam keterangan di Pekanbaru, Minggu.
Dia mengatakan jika bergerak semakin siang, angin semakin kencang angin dan arahnya bisa berubah-ubah. Apalagi saat ini, menurutnya, api belum padam meskipun sempat hujan Sabtu (18/7) sore namun tidak merata.
Hal itu terjadi karena kondisi lokasi bahan bakar melimpah disertai angin kencang, sehingga pemadam di beberapa titik harus kejar-kejaran dengan api permukaan yang merembet. Tiga unit helikopter water bombing (pengebom air) juga sudah dikerahkan di lokasi membantu tim darat.
Selain Manggala Agni turut melaksanakan pemadaman TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat. Pemadaman oleh Manggala Agni telah dilakukan sejak Rabu (15/7).
"Lokasi di perbatasan dengan Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Vegetasinya pakisan dan semak. bahan bakaran melimpah, api masih aktif," ucap Ferdian.
Selain di Bengkalis, kebakaran lahan juga terdeteksi di Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Pemadaman dilakukan oleh tim darat dan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Status belum padam. Personel pemadam dari Daops Pekanbaru, dengan estimasi luasan kurang lebih 10 hektare. Terlaporkan pagi tadi kondisi basah akibat hujan, namun diperlukan penuntasan untuk memastikan tidak ada potensi kembali," kata Ferdian
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Gunung Marapi Kembali Bergejolak, Dua Letusan Terjadi Kamis Pagi
-
BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Perkuat Dana Murah
-
UGM Soroti Kasus Keracunan MBG, Desak Evaluasi Sistem Penyediaan Makanan Sekolah
-
Pemerintah Bangun Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu di Buru
-
Penanganan Penyakit Jantung Koroner, Layanan Unggulan di Sunway Medical Centre Velocity
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.