Final Piala Dunia 2026: Murid Tantang Guru, Scaloni Hadapi De la Fuente

Jumat, 17 Jul 2026, 08:10 WIB

NEW YORK - Final Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan cerita yang lebih dari sekadar duel dua raksasa sepak bola. Selain mempertemukan juara dunia Argentina dengan juara Eropa Spanyol, laga di New York juga akan menjadi ajang reuni emosional antara dua pelatih yang pernah memiliki hubungan guru dan murid, Lionel Scaloni dan Luis de la Fuente.

Spanyol melangkah ke final setelah menaklukkan Prancis 2-0, sedangkan Argentina memastikan tempat di partai puncak usai bangkit mengalahkan Inggris 2-1.

Ket. Foto: Lionel Scaloni. — Sumber: FIFA

Kini, kedua negara akan memperebutkan trofi paling bergengsi di sepak bola dunia. Spanyol berpeluang meraih gelar Piala Dunia kedua setelah sukses pada 2010, sementara Argentina memburu sejarah sebagai tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara dunia.

Di balik besarnya pertandingan, tersimpan kisah unik yang menghubungkan kedua pelatih. Saat Spanyol memastikan lolos ke final usai mengalahkan Prancis, De la Fuente mengaku berharap lawannya adalah Argentina. Pernyataan tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi.

Namun, pelatih berusia 65 tahun itu menegaskan alasannya bukan karena menganggap Argentina lawan yang lebih mudah. Sebaliknya, ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Scaloni.

Keduanya pernah bertemu di Akademi Kepelatihan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) di Las Rozas pada 2017. Saat itu, De la Fuente menjadi instruktur kursus kepelatihan, sedangkan Scaloni baru saja pensiun sebagai pemain dan tengah memulai karier sebagai pelatih.

Tak ada yang menyangka bahwa delapan tahun kemudian mereka akan saling berhadapan di final Piala Dunia.

Scaloni beberapa kali mengungkapkan rasa hormatnya kepada De la Fuente. Menjelang Copa America 2024, pelatih Argentina itu mengaku banyak belajar dari sosok yang kini menjadi lawannya di final.

"Luis banyak membantu kami yang mengikuti kursus kepelatihan di Las Rozas. Saya sering berbicara dengannya dan selalu mendoakan yang terbaik untuknya," ujar Scaloni.

Hubungan saling menghormati itu juga terlihat ketika De la Fuente menyebut Scaloni sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia setelah sukses membawa Argentina menjuarai Copa America dan Piala Dunia.

Scaloni pun mengaku mengagumi cara De la Fuente membangun Timnas Spanyol. "Saya menyukai cara dia memimpin tim dan bagaimana para pemainnya selalu memberikan segalanya untuknya."

Menariknya, pada tahun 2024 kedua pelatih sama-sama mengangkat trofi di benua masing-masing. Scaloni membawa Argentina menjuarai Copa America, sedangkan De la Fuente mengantar Spanyol menjadi kampiun Euro 2024.

Kini keduanya bertemu kembali, bukan di ruang kelas, melainkan di panggung terbesar sepak bola dunia.

Hubungan Scaloni dengan Spanyol ternyata jauh lebih dalam daripada sekadar memiliki lisensi kepelatihan dari negara tersebut. Istrinya, Elisa Montero, berasal dari Spanyol. Kedua anak mereka juga lahir di Negeri Matador, dan keluarga kecil Scaloni menetap di Mallorca.

Selama masih aktif bermain, Scaloni juga menghabiskan sebagian besar kariernya di Liga Spanyol bersama Deportivo La Coruna, Racing Santander, dan Mallorca.

Bahkan saat Piala Eropa 2024 berlangsung, Scaloni secara terbuka mengaku mendukung Spanyol karena memiliki ikatan emosional yang kuat dengan negara tersebut.

Menjelang semifinal Argentina melawan Inggris, Scaloni sempat mengucapkan selamat kepada De la Fuente atas keberhasilan Spanyol mencapai final.

"Saya senang untuknya. Dia memang pantas mendapatkannya. Dia orang yang luar biasa. Semua yang kami lihat dari tim Spanyol adalah sesuatu yang juga ingin kami lihat dari tim kami."

Namun ketika ditanya kemungkinan menghadapi De la Fuente di final, Scaloni menjawab sambil bercanda. "Kalau kami gagal, mungkin saya akan meneleponnya. Tapi kalau kami bertemu di final... sepertinya tidak akan ada telepon sampai pertandingan selesai."

Pada hari Minggu nanti, hubungan guru dan murid harus dikesampingkan selama 90 menit, atau bahkan lebih. Persahabatan akan menunggu, karena yang dipertaruhkan adalah trofi Piala Dunia dan tempat dalam sejarah sepak bola.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.