Evaluasi! Jangan Sampai Terulang Ledakan di Madiun

Jumat, 17 Jul 2026, 11:32 WIB

MADIUN – Semua harus mengevaluasi, mengapa sampai terjadi ledakan di Madiun. Perbaiki, agar ke depan tidak terjadi lagi. Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini menilai ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) TNI di Madiun, Jawa Timur, harus menjadi pengingat pentingnya penguatan standar keselamatan, manajemen penyimpanan amunisi, serta evaluasi berkala terhadap sistem keamanan.

Amelia di Jakarta, Jumat, mengatakan pengelolaan aset pertahanan memerlukan standar keselamatan yang terus diperbarui seiring perkembangan teknologi dan kompleksitas ancaman. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban dalam peristiwa tersebut.

Ket. Foto: jangan terulang — Sumber: ist

"Saya optimistis TNI mampu menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan manajemen risiko, dan memperkokoh profesionalisme sebagai institusi pertahanan yang dipercaya masyarakat," katanya.

Menurut dia, dalam situasi seperti ini yang terpenting adalah memberikan ruang bagi aparat untuk bekerja serta tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Amelia juga meyakini TNI akan menangani peristiwa tersebut secara profesional, mulai dari evakuasi, perawatan korban, hingga investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kejadian.

Ia berharap seluruh personel yang terdampak segera pulih dan proses investigasi dapat berjalan tuntas sesuai ketentuan yang berlaku.

"Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga untuk semakin memperkuat aspek keselamatan personel dan keamanan aset pertahanan nasional," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan ledakan di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) TNI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7), terjadi saat prajurit melakukan perawatan dan pemeliharaan munisi.

Akibat insiden tersebut, satu prajurit meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.

"Seluruh korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus dilaporkan secara prosedural dan berjenjang," katanya.

Saat ini, TNI masih menunggu hasil investigasi untuk mengetahui penyebab pasti ledakan gudang munisi tersebut.

  • Korban Ledakan
  • berita madiun

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.