Realisasi Investasi Jakarta Tembus Rp94,9 Triliun, Salip Jawa Barat di Semester I 2026

Jumat, 17 Jul 2026, 11:35 WIB

JAKARTA - Provinsi DKI Jakarta kembali mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, nilai investasi yang masuk ke Jakarta pada Triwulan II 2026 mencapai Rp94,9 triliun atau setara 18,5 persen dari total realisasi investasi nasional.

Capaian tersebut menempatkan Jakarta di posisi pertama untuk realisasi investasi gabungan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Hasil itu sekaligus menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di ibu kota yang terus diperkuat melalui berbagai reformasi pelayanan dan kemudahan berinvestasi.

Ket. Foto: Provinsi DKI Jakarta kembali mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, nilai investasi yang masuk ke Jakarta pada Triwulan II 2026 mencapai Rp94,9 triliun atau setara 18,5 persen dari total realisasi investasi — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Jakarta masih menjadi tujuan utama investasi di Indonesia meski kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi di Indonesia. Kepercayaan investor yang terus meningkat merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, didukung arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono yang menempatkan kemudahan investasi dan pelayanan publik sebagai prioritas pembangunan," ujar Heru, Jumat (17/7).

Berdasarkan rincian data, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jakarta selama Triwulan II 2026 mencapai Rp58,6 triliun. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional dengan kontribusi sebesar 23,1 persen terhadap total PMDN Indonesia.

Sementara itu, investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp36,3 triliun. Raihan tersebut menempatkan Jakarta di posisi kedua nasional dengan kontribusi 14,1 persen terhadap total investasi asing yang masuk ke Indonesia.

Secara kumulatif, realisasi investasi Jakarta sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun. Nilai tersebut terdiri atas PMDN sebesar Rp106,5 triliun dan PMA senilai Rp67,1 triliun sehingga mengukuhkan Jakarta sebagai provinsi dengan capaian investasi terbesar di Tanah Air.

Pada periode yang sama, Jakarta berhasil melampaui Jawa Barat yang membukukan investasi sebesar Rp138,1 triliun. Dengan selisih mencapai Rp35,5 triliun, ibu kota kembali mempertegas posisinya sebagai pusat investasi nasional.

"Dominasi Jakarta pada investasi domestik sekaligus kuatnya arus investasi asing menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi pilihan utama pelaku usaha. Kombinasi ini memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun global," kata Heru.

Menurut Heru, tingginya minat investor tidak terlepas dari berbagai inovasi pelayanan yang terus dikembangkan DPMPTSP DKI Jakarta. Beberapa di antaranya meliputi optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), percepatan digitalisasi layanan perizinan dan nonperizinan, pelayanan jemput bola kepada pelaku usaha, hingga pendampingan investasi yang dilakukan secara terintegrasi.

Selain memperbaiki layanan, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat promosi investasi berbasis data melalui penyusunan peta potensi investasi dan pengembangan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO). Program tersebut disiapkan agar proyek yang ditawarkan kepada investor memiliki kesiapan dari sisi teknis, finansial, maupun potensi pasar.

"Kami memastikan peluang investasi yang ditawarkan memiliki kesiapan dari sisi teknis, finansial, maupun pasar sehingga investor memperoleh kepastian yang lebih baik dalam mengambil keputusan investasi di Jakarta," jelas Heru.

Peran Jakarta Investment Centre (JIC) juga terus diperluas sebagai pusat fasilitasi investasi yang menghubungkan investor dengan berbagai peluang bisnis strategis di Jakarta. Melalui layanan tersebut, investor memperoleh informasi, pendampingan, serta kemudahan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Didukung infrastruktur yang semakin terintegrasi, pasar yang besar, sumber daya manusia yang kompetitif, dan ekosistem bisnis yang terus berkembang, Jakarta dinilai masih menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional. Sejumlah sektor seperti transportasi, pergudangan, telekomunikasi, perdagangan, jasa keuangan, jasa lainnya, hingga ekonomi digital tetap menjadi penyumbang utama arus investasi di ibu kota.

"Kepercayaan investor yang terus meningkat menjadi modal penting bagi Jakarta untuk mempercepat transformasi ekonomi menuju kota global. Investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat," tutur Heru.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan tren positif tersebut dapat terus berlanjut melalui sinergi dengan pemerintah pusat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah juga berkomitmen menghadirkan pelayanan investasi yang semakin cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi guna memperkuat daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami optimistis tren investasi Jakarta akan terus tumbuh. Melalui pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi, kami berkomitmen menjadikaan Jakarta sebagai kota yang semakin kompetitif, inklusif, dan menarik bagi investor dari dalam maupun luar negeri," pungkas Heru.

  • BKPM
  • Pemprov DKI Jakarta
  • Gubernur DKI Pramono Anung
  • ekonomi jakarta
  • PMDN DKI Jakarta
  • Investasi Jakarta
  • DPMPTSP DKI Jakarta

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.