Pemkot Batam Pulangkan 55 Orang Telantar ke Daerah Asal
Kamis, 16 Jul 2026, 07:48 WIBBATAM - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) telah memulangkan 55 orang telantar ke daerah asalnya sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026. Langkah ini berkat penerapan kebijakan peningkatan intensitas patroli dan pengawasan ruang publik
Kepala Dinsos PM Kota Batam, Zulkifli Aman, mengungkapkan bahwa melonjaknya angka pemulangan warga telantar tahun ini, yang sudah hampir menyamai total capaian sepanjang 2025 sebanyak 65 orang, merupakan dampak langsung dari intensifnya penjangkauan di lapangan.
"Iya, langsung mendapatkan atensi dari pimpinan. Lebih banyak juga kami lakukan penjangkauan karena kolaborasi dengan tim Satpol PP," ujar Zulkifli saat dihubungi di Batam, Rabu (15/7).
Zulkifli mengatakan puluhan warga telantar tersebut kini telah dikembalikan ke keluarga mereka di berbagai provinsi, mulai dari Sumatera Utara, Riau, Jakarta, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, hingga Sumatera Barat.
Keberhasilan penanganan ini tidak lepas dari perubahan strategi pengawasan yang jauh lebih intensif di tahun 2026. Dinsos PM Batam tercatat meningkatkan frekuensi patroli spesifik menjadi enam kali setiap bulan, dari yang sebelumnya hanya dua hingga tiga kali per bulan pada tahun lalu, diselingi dengan patroli harian.
Taktik tersebut diperkuat dengan kesiapsiagaan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam, sehingga setiap laporan mengenai keberadaan warga telantar maupun Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di ruang publik dapat direspons dengan cepat.
Selain menyelamatkan warga telantar, pengetatan patroli ini juga menjaring ratusan PPKS di berbagai titik strategis Batam. Petugas mendata telah menjangkau 17 manusia perak, 42 pengemis, 25 pengamen, 36 penjual tisu, serta mengevakuasi 75 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Bagi kelompok manusia perak dan gelandangan-pengemis yang terjaring, Dinsos PM Batam langsung mengarahkan mereka ke UPTD Nilam Suri untuk mendapatkan pembinaan terpadu agar tidak kembali ke jalanan.
"Untuk penanganan manusia silver dan gepeng, Dinsos melakukan pembinaan dan dirujuk ke UPTD Nilam Suri untuk dilakukan pembinaan," ujar Zulkifli.
Pemkot Batam berharap peningkatan intensitas penjangkauan dan kolaborasi lintas instansi dapat mempercepat penanganan PPKS sekaligus mengurangi keberadaan orang telantar, pengemis, maupun manusia silver di ruang publik.
- Pemkot Batam
- Pulangkan Orang Terlantar
- Daerah Asal
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
DPRD DKI Siapkan 5 Pansus Baru, Isu Sampah hingga Parkir Masuk Agenda
-
Atasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Targetkan 20 Proyek Banjir Rampung 2027
-
Revitalisasi lahan pertanian terdampak bencana
-
Pasir laut untuk kebutuhan bahan bangunan
-
Sudin KPKP Jakbar Petakan Titik Pembasmian Ikan Sapu-sapu
-
Presiden Prabowo Serahkan Koin Kepresidenan kepada Pengawal Swiss di WEF 2026
-
Imlek 2026 Picu Lonjakan 9,5 Miliar Perjalanan di Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.