- Home
-
- Megapolitan
-
- Atasi Cuaca Ekstrem, Pempr...
Atasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Targetkan 20 Proyek Banjir Rampung 2027
Jumat, 29 Mei 2026, 13:00 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan sebanyak 20 proyek pengendali banjir yang tersebar di berbagai wilayah ibu kota dapat rampung pada 2027. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di tengah meningkatnya intensitas hujan ekstrem akibat perubahan iklim.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin, mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir menjadi kebutuhan mendesak karena curah hujan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir cenderung lebih tinggi dibanding kapasitas sistem yang tersedia saat ini.
"Beberapa tahun belakangan, karena adanya perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem, yaitu 150-250 mm," jelas Ika di Jakarta, Jumat.
Menurut Ika, sebagian besar infrastruktur pengendali banjir di Jakarta saat ini dirancang untuk menampung curah hujan sekitar 100 hingga 150 milimeter. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami genangan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta memperkuat berbagai infrastruktur pengendalian banjir, terutama melalui pembangunan dan peningkatan kapasitas sistem pompa air di sejumlah titik strategis.
Beberapa proyek pompa yang tengah dikerjakan antara lain Pompa Bulak Cabe dengan kapasitas 24 meter kubik per detik, Pompa Pegangsaan Dua berkapasitas 9 meter kubik per detik, serta Pompa Cilincing KBN yang mampu mengalirkan 16 meter kubik air per detik.
Selain itu, pembangunan juga dilakukan pada Pompa Warung Jengkol, Pompa Kampung Sawah Rawa Terate, Pompa Kayu Putih Rawa Terate, Pompa Cempaka Putih, Pompa Cengkareng, Pompa Mangga Raya Greenville, dan Pompa Daan Mogot.
"Selain pembangunan baru, kapasitas Pompa Ancol dan Pompa IKIP juga akan ditingkatkan," kata Ika.
Di samping pembangunan sistem pompa, Dinas SDA DKI Jakarta juga melakukan pembangunan dan perbaikan sarana kali serta sungai di sembilan lokasi. Proyek tersebut mencakup saluran penghubung (PHB) Layar, Kali Cakung Lama, Kali Jatikramat, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Grogol, Kali Cideng Atas, serta Kali Sodetan Sekretaris dan Waduk Tomang.
Untuk mengurangi limpasan air hujan yang masuk ke kawasan permukiman, Pemprov DKI juga membangun tiga tampungan air baru. Ketiga proyek tersebut meliputi Embung Pondok Labu di kawasan Cilandak Marinir, Embung Kebagusan, dan Waduk Sunter Hulu.
Selain pembangunan tampungan air, program normalisasi sungai tetap menjadi prioritas utama dalam upaya pengendalian banjir. Pada tahun ini, terdapat tiga lokasi yang menjadi fokus pengerjaan secara bertahap, yakni Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
Pemprov DKI Jakarta juga melanjutkan pembangunan tanggul pengaman pantai melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Proyek tersebut dikerjakan di kawasan Pantai Mutiara, Muara Baru, dan Kali Blencong untuk mengantisipasi banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pesisir utara Jakarta.
Melalui berbagai proyek tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap kapasitas pengendalian banjir dapat meningkat secara signifikan sehingga risiko genangan maupun banjir akibat hujan ekstrem dan pasang air laut dapat diminimalkan dalam beberapa tahun mendatang.
- Banjir Jakarta
- Pemprov DKI Jakarta
- Pengendalian Banjir
- Stasiun pompa air
- dinas sda dki jakarta
- Normalisasi Sungai
- National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
HUT Jakarta 2026 ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata 3 Hari
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
-
Harga Tiket Westlife di GBK Mulai Rp850.000
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.