Pemetaan Biota Laut demi Pelestarian Ekosistem Pesisir

Kamis, 16 Jul 2026, 23:30 WIB

Surabaya - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memetakan biota laut seperti plankton, makrobenthos, dan nekton di kawasan perairan Teluk Lamong demi mewujudkan pelestarian ekosistem pesisir.

Kolaborasi yang juga mencakup penyusunan buku Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong ini akan menjadi referensi penting dalam pengelolaan lingkungan pelabuhan yang berbasis sains.

Ket. Foto: PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) bersama Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memetakan biota laut di kawasan perairan Teluk Lamong, Surabaya. — Sumber: Antara

"Melalui kerja sama dengan BRIN, kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi biota laut di kawasan Teluk Lamong sehingga setiap langkah pengelolaan lingkungan yang kami lakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat," kata Sekretaris Perusahaan PT TTL Syaiful Anam dalam keterangan di Surabaya, Kamis.

Sebanyak tujuh orang peneliti dari Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) BRIN telah melaksanakan kegiatan riset lapangan pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong.

Selama lima hari pelaksanaan, tim peneliti melakukan pengambilan sampel dan identifikasi berbagai kelompok biota laut yang meliputi plankton, makrobenthos, dan nekton sebagai dasar penyusunan profil keanekaragaman hayati di kawasan Teluk Lamong.

Selain menghasilkan data ilmiah, kolaborasi ini juga akan melahirkan publikasi berupa Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong yang mendokumentasikan kekayaan biota laut di kawasan Teluk Lamong.

Buku tersebut diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat, akademisi, pemangku kepentingan, serta menjadi bukti bahwa kawasan pelabuhan dapat berkembang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.

Menurut Anam, kehadiran peneliti BRIN yang melakukan riset langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia berharap hasil riset ini tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian ekosistem pesisir di Indonesia.

Sementara itu, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota BRIN Dr. Hanung Agus Mulyadi, S.Pi., M.Si menuturkan hasil observasi dan pengambilan sampel secara umum menggambarkan kondisi biota laut di kawasan perairan PT TTL memiliki indikasi yang baik.

Keanekaragaman biota yang ditemukan mulai dari plankton, makrobenthos, hingga nekton menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan ini masih mampu mendukung kehidupan berbagai organisme perairan.

Meski demikian, Hanung mengatakan seluruh sampel yang telah dikumpulkan masih akan melalui tahapan identifikasi dan analisis lebih lanjut di laboratorium untuk memperoleh hasil yang komprehensif.

"Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi data ilmiah yang bermanfaat dalam mendukung pengelolaan lingkungan kawasan pelabuhan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi bagi upaya konservasi ekosistem pesisir di masa mendatang," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.