Kaltim Percepat Pembangunan Desa

Kamis, 16 Jul 2026, 03:27 WIB

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng 3.420 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026 dalam upaya mendorong percepatan pembangunan desa. Langkah ini dilakukan karena Kaltim merupakan daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa ( DPMPD) Kalimantan Timur, Siti Sugiyanti mengatakan KKN Kolaborasi merupakan inovasi yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi dalam satu gerakan pengabdian bersama bagi masyarakat.

Ket. Foto: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto, saat memberikan materi dalam kegiatan kemahasiswaan. — Sumber: Antara

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi yang lebih luas terhadap berbagai persoalan pembangunan desa.

“KKN Kolaborasi ini merupakan sebuah inovasi sekaligus langkah pelopor di Kalimantan Timur. Untuk pertama kalinya sembilan perguruan tinggi bersatu dalam satu gerakan pengabdian yang memiliki tujuan yang sama, yaitu mempercepat pembangunan desa melalui kontribusi ilmu pengetahuan, kreativitas, dan inovasi mahasiswa,” kata Siti Sugiyanti.

KKN Kolaborasi 2026 akan berlangsung pada 13 Juli hingga 22 Agustus 2026 dengan lokasi pengabdian di 377 desa, kampung, dan kelurahan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Adapun sembilan perguruan tinggi yang berpartisipasi meliputi Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Universitas Widya Gama Mahakam, Universitas Mulia, Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), serta Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada.

Kegiatan ini mengangkat tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)”.

Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi strategis yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim untuk mengintegrasikan potensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan di tingkat desa.

Siti berharap kolaborasi tersebut terus berkembang dan mampu melibatkan seluruh perguruan tinggi di Kalimantan Timur pada tahun-tahun mendatang.

“Saat ini kita memulai bersama sembilan perguruan tinggi, tetapi harapan kami ke depan seluruh 56 perguruan tinggi di Kalimantan Timur dapat bergabung. Semakin banyak kampus yang terlibat, semakin besar pula kekuatan kolaborasi untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan,” katanya. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.