Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Berpotensi Datar Seiring Kombinasi Sentimen Global-Domestik
Kamis, 16 Jul 2026, 10:17 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (16/7) berpotensi bergerak sideways (mendatar) seiring adanya kombinasi sentimen dari tingkat global dan domestik
IHSG dibuka menguat 28,51 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.068. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,61 poin atau 0,44 persen ke posisi 601,50.
âKiwoom Research menyarankan investor tetap mengikuti tren, dengan menerapkan trailing stop untuk menjaga profit yang telah terbentuk. Penambahan posisi (averaging up) dapat dilakukan secara bertahap apabila IHSG mampu mempertahankan momentum di atas area 5,987 dan melanjutkan penguatan menuju resistance 6.121-6.171,â ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis
Dari mancanegara, sentimen pasar tetap positif setelah headline data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) Juni 2026 turun menjadi 0,3 persen month to month (mtm), sementara core PPI naik 0,2 persen (mtm).
Secara tahunan, headline PPI sebesar 5,5 persen year on year (yoy) dan core PPI sebesar 4,7 persen (yoy), atau lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Data itu memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sehingga peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan akhir Juli 2026 turun menjadi sekitar 10 persen.
âInvestor kini mengalihkan fokus pada musim laporan keuangan kuartal II, di mana kinerja emiten teknologi dan AI diperkirakan menjadi penentu arah pasar selanjutnya,â ujar Liza.
Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) berpotensi meningkatkan permintaan dan harga komponen teknologi, terutama chip, sehingga dapat memberikan tekanan terhadap inflasi dalam beberapa kuartal mendatang.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa perkembangan AI mulai menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam arah kebijakan moneter.
Sementara itu, ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah AS melancarkan serangan terhadap Iran, sementara Presiden AS Donald Trump mengancam akan memperluas aksi militer apabila Iran tidak kembali ke meja perundingan.
âEskalasi tersebut kembali meningkatkan premi risiko geopolitik dan mendorong kenaikan harga minyak,â ujar Liza.
Dari dalam negeri, pemerintah tengah menyiapkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai pusat keuangan global, dengan menawarkan berbagai insentif, termasuk tarif pajak 0 persen hingga 50 tahun, kepastian hukum, serta penyederhanaan regulasi bagi investor.
Kebijakan itu ditujukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia terhadap pusat keuangan internasional seperti Singapura, Dubai, dan Labuan, sekaligus menarik kembali investasi yang selama ini ditempatkan melalui special purpose vehicle (SPV) di luar negeri.
PFII juga akan menjadi kawasan khusus yang memfasilitasi pendirian investment bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, hingga berbagai lembaga jasa keuangan lainnya guna memperdalam pasar keuangan domestik.
Di sisi lain, porsi kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh Bank Indonesia (BI) meningkat menjadi 27,41 persen per 10 Juli 2026 dibandingkan 22,61 persen pada akhir 2025, sementara kepemilikan perbankan dan investor asing terus menurun.
Liza menyebut perubahan itu menunjukkan peran BI yang semakin besar dalam menjaga stabilitas pasar obligasi di tengah lemahnya permintaan investor.
âMeski mampu meredam volatilitas, kondisi itu juga mencerminkan meningkatnya ketergantungan pembiayaan pemerintah terhadap bank sentral, tercermin dari yield SBN tenor 10 tahun yang masih tinggi di 7,28 persen,â ujar Liza.
Pada perdagangan Rabu (15/07) kemarin, bursa Eropa bergerak variatif, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,15 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,13 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,59 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,19 persen.
Bursa Wall Street di AS juga bergerak variatif pada Rabu (15/07) , di antaranya Indeks S&P 500 menguat 0,38 persen ke 7.572,40, indeks Nasdaq Composite melemah 0,28 persen ke 29.502,60, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,29 persen ke 52.658,6.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 2,69 persen ke 66.900,00, indeks Shanghai melemah 0,52 persen ke 3.934,95, indeks Hang Seng menguat 1,67 persen ke 25.091,00, dan indeks Strait Times melemah 0,40 persen ke 5.537,77.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wartawan Italia Klaim Alami Kekerasan saat Kapal Bantuan Menuju Gaza Dicegat Israel.
-
Kubu Raya Jadikan Masjid Agung Awaluddin sebagai Pusat Keumatan
-
Plt Bupati Ahmad Baharudin Ungkap Penyebab Serapan APBD Tulungagung 2026 Rendah
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
Pemkab Bekasi Wajibkan Bank Sampah di Setiap RW, Warga Diajak Kelola Sampah dari Rumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.