Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Dari Modal Rp5 Juta, Mama Khas Banjar Tumbuh Jadi Pusat Oleh-Oleh Berkat Digitalisasi

31 Kamis, 16 Jul 2026, 19:36 WIB | Oleh:
Dari Modal Rp5 Juta, Mama Khas Banjar Tumbuh Jadi Pusat Oleh-Oleh Berkat Digitalisasi Dari Modal Rp5 Juta, Mama Khas Banjar Tumbuh Jadi Pusat Oleh-Oleh Berkat Digitalisasi Doc: Ovo
Ket. Stand Khas Mama dalam acara Kota Masa Depan Banjarmasin yang memamerkan produk-produk lokal khas Banjarmasin seperti amplang, sirup, dan abon ikan yang berlangsung di Balai Kota Banjarmasin, Kaliman.

 Usaha oleh-oleh khas Kalimantan Selatan, Mama Khas Banjar, berhasil mengembangkan bisnisnya dari skala rumahan menjadi pusat oleh-oleh yang mempekerjakan belasan karyawan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pemanfaatan platform digital, sistem pembayaran nontunai, serta akses pendanaan digital yang mendukung pengembangan usaha.

Mama Khas Banjar didirikan pada 2020 di Banjarmasin oleh pasangan suami istri Firli Norachim dan Ani Andriani, saat pandemi Covid-19 melanda. Berbekal modal awal sebesar Rp5 juta dari hasil menjual tabungan emas, keduanya memulai usaha dari sebuah rumah kontrakan dengan mengolah hasil laut nelayan di Kotabaru dan Pelaihari.

Firli mengatakan keterbatasan modal, tenaga, dan waktu tidak menghalangi mereka untuk membangun usaha. Kekurangan yang dialami tidak membuat ia berhenti berusaha.

"Dulu, modal, tenaga, dan waktu kami sangat terbatas. Namun, keterbatasan itu bukan alasan untuk berhenti," ujar Firli.

Pada awal usaha, Firli dan istrinya masih bekerja sebagai karyawan di sektor farmasi dan kosmetik. Setelah pulang bekerja, keduanya mengemas produk dan melayani pesanan pelanggan.

Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi ikan asin yang semula hanya sekitar 20 kilogram per bulan kini meningkat menjadi 1–2 ton per bulan. Produk yang ditawarkan pun semakin beragam, mulai dari abon ikan, amplang, sambal, sirup khas daerah, dodol, hingga makanan beku (frozen food).

Perkembangan tersebut juga mendorong ekspansi usaha. Dari rumah kontrakan, Mama Khas Banjar kemudian menyewa ruko, membuka dua gerai resmi, dan kini mempekerjakan 17 karyawan.

Manfaatkan Platform Digital

Pandemi menjadi momentum bagi Mama Khas Banjar untuk memperluas pemasaran melalui kanal digital. Selain memanfaatkan berbagai marketplace, usaha tersebut bergabung sebagai mitra pedagang (merchant) GrabMart pada 2023.

Menurut Firli, kehadiran di platform digital membantu produknya menjangkau pelanggan dari berbagai daerah, termasuk di luar Kalimantan.

"Sebagai pelaku UMKM, kita harus berani berinovasi. Kami masuk ke GrabMart, menambah katalog, dan mengikuti promo. Ternyata pelanggan suka karena bisa memesan lewat aplikasi dan barang langsung diantar," katanya.

Selain memperluas pasar, digitalisasi juga diterapkan pada sistem pembayaran melalui QRIS OVO. Firli menilai sistem tersebut mempermudah proses transaksi karena setiap pembayaran dapat terverifikasi secara real-time, sehingga mempercepat proses pembukuan dan mengurangi potensi kesalahan pencatatan.

Akses Pendanaan untuk Ekspansi

Pertumbuhan usaha membuat kebutuhan modal semakin besar, terutama untuk menambah stok barang dan mengembangkan produk baru. Firli kemudian memanfaatkan fasilitas pendanaan GrabModal Mantul by OVO Finansial, yang ditujukan bagi mitra merchant di ekosistem Grab. Tambahan modal tersebut digunakan untuk mengembangkan produk, termasuk menghadirkan ikan asin dalam kemasan khusus oleh-oleh.

"Dengan adanya tambahan modal, kami bisa membeli lebih banyak barang untuk dijual kembali. Kalau stok tersedia, penjualan bisa meningkat dan pada akhirnya usaha juga bisa terus berkembang. Ditambah lagi, skema pemotongan harian sangat membantu. Kami tidak perlu memikirkan cicilan bulanan atau tanggal jatuh tempo secara manual. Kami cukup fokus menjaga penjualan harian," ujar Firli.

Grab menyebut hingga saat ini lebih dari 445.000 mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang terdiri atas merchant dan mitra pengemudi di seluruh Indonesia, telah memperoleh akses pendanaan melalui GrabModal dengan total penyaluran melebihi Rp6 triliun sejak layanan tersebut diluncurkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Main di Kandang, Arema FC Digulung Bali United

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Main di Kandang, Arema FC D...
Luar Negeri
Bandung Bondowoso Pindah ke...

Subuh Keliling untuk Mencari Masukan Warga

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Subuh Keliling untuk Mencar...
Daerah
Rapat Anggota Tahunan Sebua...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.