Piala Dunia 2026: Veteran Perang Argentina Minta Suporter Fokus pada Sepak Bola Jelang Laga Kontra Inggris
Rabu, 15 Jul 2026, 07:30 WIBKANSAS CITY, MISSOURI â Federasi Veteran Perang Argentina mengimbau para pendukung tim nasional agar memisahkan rivalitas sepak bola dari isu politik menjelang laga semifinal Piala Dunia melawan Inggris.
Pertemuan kedua negara selalu sarat emosi karena sejarah Perang Falklands/Malvinas pada 1982, konflik selama sekitar 10 pekan yang menewaskan 649 prajurit Argentina dan 255 personel militer Inggris.
Dalam pernyataannya, federasi tersebut menegaskan bahwa pertandingan sepak bola bukanlah ajang untuk menghidupkan kembali konflik masa lalu maupun menuntut kedaulatan atas kepulauan di Atlantik Selatan yang oleh Inggris disebut Falklands, sementara Argentina menyebutnya Malvinas.
"Pertandingan ini bukanlah pertandingan ulang perang maupun bentuk kompensasi sejarah," demikian bunyi pernyataan Federasi Veteran Perang 2 April.
Organisasi itu meminta masyarakat tetap menghormati para prajurit yang gugur tanpa memunculkan kebencian atau xenofobia.
"Kedaulatan diperjuangkan melalui forum internasional, jalur diplomasi, kebenaran sejarah, serta klaim damai yang tidak dapat dinegosiasikan sebagaimana tercantum dalam konstitusi nasional kami."
Federasi juga menekankan pentingnya menjaga batas yang jelas antara semangat olahraga dan perjuangan nasional. "Bola akan terus bergulir, kebanggaan terhadap warna kebesaran bangsa semakin besar, tetapi kenangan tetap terjaga."
Hingga kini Inggris masih menguasai Kepulauan Falklands dan mempertahankan kehadiran militernya di wilayah tersebut, sedangkan Argentina terus mengajukan klaim melalui jalur diplomatik dan forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selama berlangsungnya Piala Dunia, suporter dan sejumlah pemain Argentina sempat menyanyikan lagu yang menyinggung Kepulauan Malvinas, Diego Maradona, serta upaya Lionel Messi meraih gelar Piala Dunia keduanya sebelum mengakhiri karier internasional.
Meski demikian, kubu Argentina berusaha meredam tensi jelang semifinal.
Pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa tidak ada yang dipertaruhkan selain pertandingan sepak bola. Pernyataan itu diamini kiper Inggris Jordan Pickford. "Ini hanya pertandingan sepak bola. Dua negara yang sama-sama bangga dengan sejarahnya, dan biarkan sepak bola yang berbicara," kata Pickford.
Argentina dan Inggris memang memiliki salah satu rivalitas paling ikonik dalam sepak bola internasional. Salah satu momen paling dikenang terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial "Hand of God", sebelum membawa Argentina meraih gelar juara dunia.
- Timnas Inggris
- Piala Dunia 2026
- Timnas Argentina
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Taekwondoin Indonesia Andi Sultan Raih Medali Emas di Kejuaraan Asia
-
Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Berpotensi Variatif Dipicu Sentimen Global-Domestik
-
Jumat, Polda Metro Buka Samsat Keliling di Jadetabek, Cek Waktu dan Lokasinya, Jangan Sampai Telat!
-
50 Pelaku Usaha dari Jabar, Jateng dan Jatim Berpartisipasi di ILF dan IGT Expo 2026
-
Harga Minyak Turun Usai Trump Beri Sinyal Berunding Lagi dengan Iran
-
Sedimentasi Lumpuhkan Irigasi, Pemerintah Gorontalo Bangun 16 Titik Air Tanah untuk Petani.
-
Kapolda Jambi Pantau Karhutla Muaro Jambi, 50 Hektare Lahan Gambut Terbakar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.