- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemkot Bogor Perkuat Siner...
Pemkot Bogor Perkuat Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan demi Tingkatkan Perlindungan Pekerja
Senin, 13 Jul 2026, 15:09 WIBBOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menerima Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan, Ihsanudin, di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Jumat (10/7).
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut membahas penguatan kolaborasi dalam meningkatkan perlindungan bagi para pekerja di Kota Bogor.
Dalam pertemuan itu, Ihsanudin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor atas kontribusi dan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja. Menurutnya, peran pemerintah daerah sangat strategis, sehingga diperlukan peningkatan kolaborasi sebagai bentuk dukungan terhadap perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ihsanudin juga menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya meningkatkan dan mengoptimalkan pelayanan, baik secara langsung maupun melalui digitalisasi. Salah satunya melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang memudahkan masyarakat untuk mendaftar, membayar iuran, hingga mengajukan klaim.
"Ke depan kita proyeksikan pelayanan lebih dapat dipertanggungjawabkan dan diorganisasi secara rapi. Di samping itu, kita juga ingin tata kelola yang lebih baik dan transparan, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan para mitra strategis," kata Ihsanudin.
Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan juga terus mendorong perluasan cakupan kepesertaan di Kota Bogor agar tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga pekerja informal sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Bogor dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja.
Wali Kota Dedie Rachim mengatakan Pemkot Bogor terus berupaya memenuhi berbagai target yang telah ditetapkan. Namun demikian, penataan dan perbaikan data, khususnya data tunggal, masih menjadi tantangan agar berbagai program bantuan dan perlindungan sosial dapat tepat sasaran, sehingga kondisi ekonomi masyarakat dapat meningkat dan secara bertahap keluar dari kategori penerima bantuan. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pemerintah Guyurkan Rp4 Triliun untuk Memperkuat Keselamatan Perkeretaapian
-
ASEAN Bahas Modernisasi Prosedur Perdagangan Lintas Perbatasan
-
Presiden Prabowo Sumbang Sapi Kurban Berbobot 1 Ton untuk Masyarakat Simeulue Aceh
-
Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah
-
Transformasi BUMN: BP BUMN dan Kementerian Ketenagakerjaan Tegaskan Hak Pegawai Harus Dilindungi.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.